Berakhir PKS Februari 2023, PAM Jaya Buktikan Komitmennya Rekrut Karyawan Palyja dan Aetra

- Kamis, 17 November 2022 | 19:17 WIB
Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin
Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin




SUARAKARYA.ID: Badan Usaha Milik Daerah (BUMD( Pemprov DKI Jakarta, PAM Jaya membuktikan  komitmennya untuk merekrut karyawan Palyja dan Aetra melalui kegiatan “Town Hall Management Meeting” yang diselenggarakan di Fairmont Hotel Jakarta, Kamis, (16/11/2022).

Dalam kegiatan ini, PAM Jaya mengundang karyawan Palyja dan Aetra di tingkat manajer ke atas untuk secara bersama menyatukan visi dan misi dalam mewujudkan 100 persen cakupan pelayanan.

Bahkan, PAM Jaya juga membuka kesempatan seluruh karyawan Palyja dan Aetra yang hadir untuk bergabung.

Baca Juga: PAM Jaya Sediakan Akses Air Bagi Warga Muara Angke Melalui Kios Air

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, komitmen untuk merekrut karyawan Palyja dan Aetra sebagai upaya perusahaan dalam memastikan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta pelayanan yang tidak terganggu pasca berakhirnya perjanjian kerja sama  (PKS) pada 1 Februari 2023.

Arief menambahkan, bahwa komitmen PAM Jaya  jelas, dan bahkan perusahaan menawarkan posisi yang sama untuk peserta dari Palyja dan Aetra dan jenjang karier terbuka bagi semua.

“Bahwa acara Town Hall meeting ini, selain merupakan wujud komitmen PAM Jaya untuk tetap mengedepankan dan menjaga kesempatan bekerja bagi karyawan mitra, sekaligus juga sebagai aksi transfer knowledge yang pasti dibawa oleh semua individu karyawan mitra yang bekerja saat ini, sehingga ketidakstabilan atas pelayanan air nanti dapat dihindarkan,” ucap Arief kepada wartawan.

 Baca Juga: Wakil Rakyat Ini Sebut Berakhirnya PKS PAM dan Palyja & Aetra, Upaya Wujudkan Kedaulatan Air di Jakarta

Kegiatan Town Hall Management Meeting PAM Jaya di Jakarta, Kamis (16/11/2022).


Arief melanjutkan, pada momentum hari ini, PAM Jaya juga sekaligus melakukan pembenahan struktur organisasi untuk merespon perubahan fungsi PAM Jaya saat mulai melakukan pelayanan langsung.

“Mitigasi risiko sudah kami lakukan dari berbagai aspek, termasuk kesiapan SDM. Karena tantangan ke depan bukan sekadar memastikan pelayanan tidak terganggu, tapi juga bisa meningkat hingga ke 100 persen cakupan pada 2030,” kata Arief.

Seluruh peserta juga dijelaskan mengenai upaya PAM Jaya dalam meningkatkan cakupan pelayanan, yakni dengan menambahkan kapasitas produksi sebesar 10.900 liter per detik (lpd), meningkatkan jaringan pipa hingga lebih dari 4.000 kilometer, sehingga pada 2030, jumlah pelanggan PAM Jaya ditargetkan mencapai lebih dari 2 juta.

Baca Juga: PAM Jaya Pastikan Pembentukan Vendor Sounding untuk Pelayanan Air Bersih Lebih Lancar


Untuk mencapai target itu, tambah Arief, PAM Jaya dan PT Moya Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Melalui Optimalisasi Aset Eksisting dan Penyediaan Aset Baru dengan Skema Pembiayaan Bundling di Balai Kota, pada Jumat, 14 Oktober 2022.

“Kerja sama PAM Jaya dengan PT Moya Indonesia sangat berbeda dengan kerja sama sebelumnya. Kerja sama ini mengadopsi pola Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan telah mempertimbangkan rekomendasi KPK hingga pendampingan pengadaan oleh konsultan bisnis (PWC, Deloitte, dan EY) juga dikuatkan oleh pendampingan Kejaksaan Tinggi melalui produk legal, opini, dan juga pendampingan asesmen bisnis oleh BPKP dan koordinasi dengan SKPD Pemprov. DKI Jakarta,” ucap Arief.

Mantan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya ini melanjutkan, dari proses bisnis pengelolaan air di DKI Jakarta, PT Moya Indonesia hanya mengelola proses produksi di enam Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PAM Jaya.

Baca Juga: Lepas Dari Kelompok William, Jalin Kerja Sama Dengan Grup Anthony PAM Jaya Targetkan Layani 100 Persen

Hanya sebagian. Sementara tujuh IPA lainnya tetap dikelola oleh PAM Jaya.
“Hanya di bagian produksi, sementara di proses bisnis lainnya, seperti air baku, distribusi, dan pelayanan pelanggan dilakukan sendiri oleh PAM Jaya. Kendali penuh operasional dan pelayanan ada di PAM Jaya, dan tidak ada aset PAM Jaya yang dijual kepada pihak lain.

"Selain itu, kami punya hak untuk menghentikan kerja sama apabila diperlukan,” tutur Arief.

Kerja sama ini merupakan sinergi Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan “Sinergi dan Dukungan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta” oleh Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PUPR, serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan di Kantor Kemenko Marves, pada 3 Januari 2022.

 Baca Juga: Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin: Kebutuhan Air Bersih di Marunda Kepu Meningkat, Pelayanan Terus Ditingkatkan

Paparan pimpinan PAM Jaya pada Town Hall di Jakarta, Kamis (16/16/2022)



Nota Kesepakatan di atas, kemudian dilanjutkan dengan Pergub Nomor 7 Tahun 2022 mengenai “Penugasan Kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya untuk Melakukan Percepatan Peningkatan Cakupan Layanan Air Minum di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta” yang dalam Pasal 2 Ayat 3 menyebutkan bahwa Pelaksanaan penugasan dapat dilakukan melalui kerja sama badan usaha.

Arief menambahkan, kedaulatan air di DKI Jakarta menjadi target utama yang ingin dicapai PAM JAYA. Dan, ini harus dilakukan secepat-cepatnya, sehingga kerja sama bundling merupakan upaya percepatan di tengah keterbatasan fiskal Pemprov. DKI Jakarta pasca penanganan pandemi Covid-19 kemarin.

“Kerja sama ini kami lakukan secara terbuka berdasarkan pada Tata Kelola Perusahaan yang baik dengan prinsip kehati-hatian. Bahkan, PAM JAYA menggandeng BPKP dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk pendampingan proses pemilihan mitra kerja sama,” tutur Arief.***

Baca Juga: Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan: Komitmen Soal Pengakhiran Swastanisasi Air Tak Berubah

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Info Cuaca dari BMKG, Jabodetabek Cerah Hari ini

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:40 WIB

Hujun Ringan Guyur Jabodetabek Sore ini

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:29 WIB
X