Calon Mahasiswa Harus Pahami Perbedaan Sarjana dan Vokasi

- Rabu, 16 November 2022 | 07:38 WIB
Calon Mahasiswa Harus Pahami Perbedaan Sarjana dan Vokasi (Istimewa)
Calon Mahasiswa Harus Pahami Perbedaan Sarjana dan Vokasi (Istimewa)

 

SUARAKARYA.ID: Pelajar calon mahasiswa  dan masyarakat Indonesia harus mengetahui perbedaan  sarjana dan vokasi.

Para pelajar dan orang tua yang  mengharapkan pendidikan selanjutnya di Perguruan Tinggi agar tak keliru memahami  dua item (sarjana dan vokasi)  tersebut demi masa depan pendidikannya.

Para pelajar. Begini. Semua harus disesuaikan dengan kebutuhan calon mahasiswa.

Baca Juga: Lirik Lagu Cintaku Tak Terbatas Waktu - Deddy Dores

Minat dan bakat serta prospek kerja ke depannya.

Melansir laman Universitas Medan Area (UMA), Senin (13/6/2022), biasanya orang beranggapan bahwa kuliah itu 4 tahun dan menjadi sarjana.

Padahal, kuliah pendidikan vokasi juga ada mulai dari 1, 2, 3 serta 4 tahun (D4/Sarjana Terapan).

Sesuai Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional, ternyata pendidikan tinggi di Indonesia diklasifikasikan pada tiga jenis, yaitu:

1. Pendidikan akademik

Yaitu pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, serta atau seni tertentu, yang mencakup sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3).

Baca Juga: Luar BiasaTiket Konser BLACKPINK Maret 2023 Habis Terjual Hari Ini

2. Pendidikan vokasi

Yaitu pendidikan tinggi yang menunjang di penguasaan keahlian terapan tertentu, mencakup pendidikan Diploma (diploma 1/ahli Pratama, diploma 2/ahli muda, diploma 3/pakar Madya, serta diploma 4/Sarjana Terapan yang setara menggunakan program pendidikan akademik strata 1).

Yaitu pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan siswa buat memiliki pekerjaan menggunakan persyaratan keahlian spesifik. Lulusan pendidikan profesi akan menerima gelar profesi.

Jadi, pendidikan akademik lebih memfokuskan pembelajaran pada hal-hal terkait penelitian dan penemuan menjadi bentuk pemecahan problem pada bidang jurusan tertentu.

Sedangkan pendidikan vokasi lebih memfokuskan pembelajaran pada peningkatan kemampuan siap kerja dalam bidang jurusan eksklusif.

Tentunya, keduanya mempunyai fungsi serta tujuan yang tidak sinkron. Kedua jenis pendidikan ini harusnya diadaptasi dengan kebutuhan kamu untuk masa depan.

Baca Juga: Lirik Lagu Danowudu - dari Bitung Sulawesi Utara

Jika kamu ingin memperdalam suatu ilmu bidang kejuruan dengan cara tahu teori untuk meneliti kenyataan di sekitarmu, maka pendidikan akademis merupakan pilihan yang tepat.

Akan tetapi, jika engkau ingin mendalami suatu bidang kejuruan dalam hal kemampuan buat bekerja di bidang eksklusif, pendidikan vokasi adalah pilihan yang sempurna.

Sedang perbedaan vokasi dan sarjana lain ialah terletak pada kurikulum pendidikan yang digunakan.

Baca Juga: Rekomendasi Bea Siswa di Luar Negeri Berikut Ini

Mahasiswa akan dihadapkan menggunakan kurikulum akademik yang komposisinya 60 persen praktik serta 40 persen teori untuk pendidikan vokasi. Sementara, untuk sarjana sebesar 60 persen teori dan 40 persen praktik. ***

Sumber: Istimewa

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X