Kilang Kasim Dukung Kemudahan Akses  Kesehatan Dasar di Kampung Klayas, Papua Barat

- Minggu, 30 Oktober 2022 | 17:43 WIB
Tim  Kesehatan Menggunakan Perahu Motor Puskemas Keliling (Istimewa)
Tim Kesehatan Menggunakan Perahu Motor Puskemas Keliling (Istimewa)


SUARAKARYA.ID: Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Terik matahari tidak menyurutkan semangat Benny Kumune (28 tahun), perawat kesehatan yang bertugas di Puskesmas Distrik Seget, Sorong, Papua Barat.

Hari itu Jumat (28/10/2022) Benny bersama Lusita Lane, rekan sesama perawat,  merapikan obat-obatan dalam _storage box_ untuk dibawa kembali ke puskesmas.

Pukul 8.00 pagi tim berangkat  bersama Ibu Ima, tim gizi puskesmas yang rutin melakukan pemeriksaan bulanan bagi anak balita dan ibu hamil di Kampung Klayas.

Baca Juga: Rayakan Halloween di Itaewon Seoul, 149 Tewas Akibat Berdesakan di Tengah 100 Ribu Lebih  Pengunjung

Selama 10 hari mereka rutin berkeliling, menggunakan perahu untuk menjangkau 9 kampung, di wilayah Distrik Seget. Distrik adalah istilah bagi wilayah setingkat Kecamatan.

"Biasanya kami bertugas dari tanggal 19 hingga akhir bulan, keliling kampung. Karena warga terkendala transportasi untuk mengakses Pusksesmas," kata Benny.

Jika ditempuh jalan darat cukup memakan waktu 4 sampai 6 jam. Apabila musim hujan akan lebih lama, jalan berlumpur membuat kendaraan yang melintas akan terjebak. 

" Tetapi, setelah ada perahu dari Pertamina Kilang Kasim, mobilitas kami lebih mudah dan waktu lebih efisien," ujar Benny.

Menurut Benny, dari Puskesmas Distrik Seget ke Kampung Klayas, biasa ditempuh hingga 6 jam  pulang pergi melalui jalur darat.

Baca Juga: Lirik Lagu Pulanglah Uda dan Terjemahan - Puja Syarma

Jika menggunakan perahu sebagai Puskesmas keliling, waktu tempuh hanya 40 menit saja.

Fokus kegiatan puskesmas keliling selain memberikan layanan kesehatan, juga memberikan imunisasi rutin.  Pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan gizi ibu hamil, menyusui dan balita.

Menurut ibu Ima, tim gizi Puskesmas Distrik Seget, di Kampung Klayas tercatat sekitar 63 balita.

15 diantaranya  butuh perhatian khusus, karena masuk dalam kategori gizi kurang  dan gizi buruk.

Warga terbantu adanya  Posyandu Tulip dengan ibu kader aktif, yang dibina Kilang Pertamina Kasim.

"Mereka jadi perpanjangan tangan kami yang rutin mengedukasi masyarakat agar balita diberikan asupan gizi.  Kaya protein selama masa pertumbuhan emasnya sejak lahir hingga 1000 hari,"kata Ima.

Upaya tersebut terus digiatkan, meski tidak mudah dan perlu waktu.

 Karena edukasi kesehatan ke penduduk asli suku Mooi, lebih mudah dilakukan oleh orang-orang asli yang memahami budaya, tradisi dan kepercayaan.

Tidak bisa  langsung paksa-paksa warga makan ikan, makan telur, sayur dan menu sehat lainnya.

Baca Juga: Tergiur Bisnis Sayur Jutaan Rupiah ES Mahasiswi  di Lombok Tengah Rela Video Call Sex

"Karena masih banyak mitos warga yang harus kita ubah perlahan-lahan. Misalnya mitos makan ikan membuat anak-anak cacingan,"jelas Ima.

Area Manager Communication, Relation dan CSR Kilang Kasim, Dodi Yapsenang menyatakan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui Kilang Kasim, telah menjalankan program tanggung jawab sosial bidang kesehatan, dengan program Klayas Sehat.

"Masalah kesehatan dan gizi balita merupakan salah satu program CSR Klayas Sehat. Program tersebut meliputi berbagai kegiatan mengaktifkan kegiatan Posyandu," kata Dodi.

Kegiatan ditingkatkan dengan pelatihan bagi kader,  pemberian makanan tambahan.

Kemudian pelatihan first aider (pertolongan pertama), serta  memberikan bantuan fasilitas perahu Puskesmas Keliling.

Baca Juga: Lirik Lagu Merah Menahan Benci - Putri Silitonga

"Fasilitas transportasi itu digunakan apabila ada warga yang sakit," kata Dodi.

Dengan Perahu Motor Puskesmas Keliling Ini Masyarakat Klayas Terbantu Kesehatannya.


Program tersebut juga dikolaborasikan dengan Puskesmas serta Dinas kesehatan setempat. Di mana Kilang Kasim juga terlibat dalam tim penanggulangan stunting.

Baca Juga: Lirik Lagu Dabu-Dabu dari Gotontalo

"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan hasil yang baik bagi kesehatan generasi penerus bangsa dan bagi masyarakat. Sejalan dengan dukungan Kilang terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs ke -3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera," ujar Dodi.

Sumber: Rilis

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diprotes Warga, Gibran Batalkan Kenaikan Tagihan PBB

Selasa, 7 Februari 2023 | 17:15 WIB

PBB Kota Solo Naik Tajam, Anggota DPRD Temui Gibran

Senin, 6 Februari 2023 | 15:53 WIB
X