Dukung Pencapaian ESG, Kilang Pertamina Internasional Gandeng BBKSDA Lestarikan Satwa Endemik Papua Barat

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:56 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)



SUARAKARYA.ID: Dukung  pencapaian Environmental Social Governance (ESG) Kilang Minyak Internasional gandeng BBKSD melestarikan Satwa Endemik Papua Barat.

Dukungan itu sebagai bentuk komitmen  dalam pelaksanaan parameter-parameter Environmental Social Governance (ESG).

Dukungannya  terkait pelestarian keragaman hayati, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Kasim menjalin kerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

Baca Juga: Pria Paling Kotor di Dunia Meninggal Umur 94 Tahun

Kerja sama dalam bentuk pelestarian satwa endemik Papua Barat.

Pelestarian satwa endemik, ditandai dengan pelepasliaran 83 burung terdiri dari Kakatua Jambul Kuning, Nuri Kepala Hitam, Nuri Ara Dada Jingga, oleh  General Manager Refinery Unit VII Kasim, Yusuf Mansyur.

Juga Kepala BBKSDA Johny Santoso,  S.Hut, M.agr  dan Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Irvansyah, di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Kamis (27/10/2022).

Kerja sama antara PT KPI Kilang Kasim dengan BBKSDA, sudah terjalin sejak tahun 2018.

Kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama untuk melestarikan satwa endemik secara insitu dan eksitu.

Baca Juga: Pria Paling Kotor di Dunia Meninggal Umur 94 Tahun

Program insitu diwujudkan dengan pelestarian satwa. Dengan status  langka dan dilindungi,di kawasan Taman Wisata Alam (TWA),  Sorong, Papua Barat.

TWA merupakan kawasan hutan alami seluas 900 hektar, yang menjadi salah satu pusat konservasi flora dan fauna.

Untuk menunjang program insitu, tahun ini PT KPI memberikan dukungan dana  pembangunan infrastruktur penunjang konservasi, senilai Rp 500 juta.

Dana itu  untuk revitalisasi klinik karantina satwa,  pengadaan alat pendukung pelepasliaran, alat pengamatan satwa.

Serta  dukungan operasional klinik, dan rekrutmen dokter karantina hewan.

Sebelumnya PT KPI juga membantu pembangunan  klinik satwa (September 2021). Dan kandang karantina  juga kandang penyelamatan satwa (Juni 2022).

Infrastruktur tersebut merupakan bagian dari rantai konservasi satwa endemik yang dikembalikan masyarakat ke BBKSDA, karena dipelihara secara illegal.

Baca Juga: Aneh Seleb Tik Tok Asal Jepang Unpai Terjun ke Dunia Porno Selamatkan Pria

Johny menyatakan pemeliharaan satwa endemik Papua Barat oleh masyarakat secara ilegal, perlahan mulai berkurang, karena BBKSDA rutin memberikan edukasi.

Sebelum satwa dilepasliarkan,  diperlukan beberapa _treatment_  khusus  yakni habituasi atau transit sebelum dilepasliarkan, yang ditunjang dengan sarpras penunjang kegiatan konservasi, seperti klinik, kandang karantina, dll.

"Bantuan PT Kilang Pertamina Internasional ini sangat membantu kita dalam upaya konservasi, perawatan dan kegiatan pelepasliaran. Di sisi lain kami juga mendukung konservasi eksitu yakni menempatkan satwa di lingkungan Kilang Kasim yakni burung Mambruk dan Rusa untuk dilestarikan di luar habitatnya," kata Johny.

General Manager Refinery Unit VII Kasim Yusuf Mansyur menyatakan bantuan yang diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial tersebut sejalan dengan kebijakan keberlanjutan perusahaan.

 Di mana dalam menjalankan operasinya  turut memperhatikan salah satu aspek ESG bidang lingkungan,  mendukung pelestarian keragaman hayati.

"Langkah ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs)  ke-15 yaitu Ekosistem Daratan. Di mana secara spesifik kegiatan tersebut sebagai upaya menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati  yaitu rata-rata per bulan BBKSDA melepasliarkan 150 satwa endemik,"jelas Yusuf.

Baca Juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura Papua

Johny berharap kerja sama ini sebagai penguatan antar lembaga yang bersinergi dalam upaya konservasi satwa  endemik Papua Barat.

Saat ini BBKSDA Provinsi Papua Barat mengelola 28 kawasan konservasi diatas 1,7 juta hektar lahan yang tersebar di 13 kota dan kabupaten.

"Kami berterima kasih atas dukungan selama ini dari semua pihak, karena konservasi satwa endemik tidak bisa dilakukan sendiri dan menjadi tanggung jawab kita semua umat di muka bumi," kata Johny. ***

Sumber:  Rilis

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temui Habib Novel, Gibran Minta Doa Ini

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:57 WIB

Gandeng PT KAI, Gibran Promosikan Solo Safari

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:33 WIB

Komisi D Dukung Percepatan Musor KONI Kota Bandung

Rabu, 1 Februari 2023 | 05:13 WIB

Bang Zul Yakin Soal Trawangan dan Mandalika Tuntas

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:23 WIB

Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM Hadir di Lampung

Selasa, 31 Januari 2023 | 13:16 WIB
X