Wamenaker Saksikan Penandatanganan PKB Serikat Pekerja PLN

- Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:45 WIB
Wamenaker Afriansyah Noor (tengah) menyaksikan penandatanganan PKB PT PLN.
Wamenaker Afriansyah Noor (tengah) menyaksikan penandatanganan PKB PT PLN.
 
 
SUARAKARYA.ID: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan apresiasi atas penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen dengan Serikat Pekerja (SP) PT PLN periode 2022-2024 di Jakarta, Rabu (12/10/2022).  
 
Disaksikan Wamenaker, PKB ditandatangani Dirut PLN Darmawan Prasojo dan Ketua Umum SP PLN Abrar Ali. 

Wamenaker mengakui perundingan PKB PT PLN tidaklah mudah dan membutuhkan waktu sangat panjang. Adanya beberapa SP/SB di perusahaan membuat hubungan industrial menjadi semakin dinamis dan terjadi banyak dinamika. 
 
 
"Alhamdulillah, berkat kerja keras Manajemen dan SP serta adanya komunikasi efektif, komitmen dan persamaan persepsi, saling empati yang tinggi antara manajemen dan SP. Akhirnya, kita dapat menyaksikan acara penandatanganan PKB," tutur Wamenaker
 
Dikemukakannya, SP/SB harus saling merangkul bekerja sama, bukan memaksa. SP/SB juga harus bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan seluruh pekerja, bukan untuk kepentingan golongan semata. 
 
"Masing-masing SP/SB memiliki kepentingan, namun harus diingat kelangsungan usaha dan produktivitas bekerja harus lebih diutamakan,"  katanya.
 
 
Sesuai amanat pasal 25 dan  27 UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang SP/SB, Wamenaker berpesan seluruh SP agar bahu-membahu dan bekerja sama serta mengutamakan musyawarah mufakat, demi terwujudnya kenyamanan bekerja, kelangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.
 
Wamenaker mengingatkan, PKB yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja merupakan, UU bagi para pihak yang membuatnya. PKB membuat kepastian hukum bagi pengusaha dan peningkatan kesejahteraan bagi pekerja. 
 
Sehingga, kedua belah pihak diharapkan dapat tunduk, patuh serta menjalankan hak dan kewajibannya sesuai yang tertuang di dalam PKB.
 
 
"Kami berpesan agar terus dilakukan dialog secara bipartit dan kekeluargaan, tingkatkan komunikasi dan dialog sosial secara efektif. Karena, dapat membuka ruang atau sekat yang mungkin ada, dalam suatu hubungan antara manajemen dan pekerja," tuturnya. *** 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baca dan Pilih Nama Bayi Perempuan Top Zaman Ini

Minggu, 5 Februari 2023 | 18:04 WIB
X