• Minggu, 27 November 2022

Suharso Monoarfa Percepat Penurunan Angka Kemiskinan Melalui Regsosek

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:47 WIB
KPU sejauh ini masih mengakui PPP dengan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum sebagaimana tercantum dalam SK Menkumham saat pendaftaran calon peserta Pemilu 2024 (Ist)
KPU sejauh ini masih mengakui PPP dengan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum sebagaimana tercantum dalam SK Menkumham saat pendaftaran calon peserta Pemilu 2024 (Ist)

 

SUARAKARYA.ID: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan, belanja Pemerintah dalam Pembangunan Pendidikan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI telah menyepakati kebijakan belanja kementerian dan lembaga menurut bidang pembangunan.

Dari akun pribadi Suharso Monoarfa menyatakan, belanja pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta serta akselerasi penurunan prevalensi stunting, antara lain meliputi hal berikut. Pertama, meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta melalui transformasi sistem kesehatan.

Kedua, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, KB dan kesehatan reproduksi, serta pelayanan kesehatan usia lanjut. Ketiga, mengakselerasi penurunan stunting. Keempat, mendukung kemandirian serta peningkatan mutu dan daya saing farmasi dan alat kesehatan. Kelima, meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengawasan obat dan makanan.

Baca Juga: Kemenag Imbau Umat Islam Gelar Salat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Dalam bidang perlindungan sosial, belanja pembangunan diarahkan untuk mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan SDM jangka panjang, antara lain sebagai berikut.
Pertama, melakukan perbaikan data dan penargetan program perlinsos melalui pembangunan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Regsosek itu sendiri adalah sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan nya di DPR RI pada tanggal 16 Agustus lalu.

Kedua, mendukung penguatan graduasi kemiskinan melalui penguatan program pemberdayaan dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE). Ketiga, melakukan penguatan perlindungan sosial sepanjang hayat termasuk penguatan program bagi lansia dan disabilitas. Keempat, mendukung pelaksanaan perlindungan sosial yang adaptif terhadap krisis. Dalam bidang pendidikan, belanja diarahkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang berdaya saing dan mampu beradaptasi pasca pandemi,

Koordinator Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mendukung kinerja Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas dibawah Suharso Monoarfa dalam Pembangunan Pendidikan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial. Apalagi DPR RI telah menyepakati kebijakan belanja kementerian dan lembaga menurut bidang pembangunan.

Baca Juga: Covid-19 Mereda, Jokowi Isyaratkan Indonesia akan Nyatakan Pandemi Berakhir

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X