• Kamis, 1 Desember 2022

Guru Besar Unhas Ditetapkan Jadi Tersangka, Gelarnya Terancam Dicabut

- Senin, 3 Oktober 2022 | 13:45 WIB
Polda Sulsel tetapkan Guru Besar Unhas menjadi tersangka laporan palsu.
Polda Sulsel tetapkan Guru Besar Unhas menjadi tersangka laporan palsu.

 

 

SUARAKARYA.ID: Kepolisian Daerah  (Polda) Sulawesi Selatan menetapkan Prof Dr. Marthen Napang (MN),  Guru Besar Bidang Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, sebagai tersangka dalam kasus dugaan laporan palsu.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara terhadap Laporan Polisi No.LP/B/511/XII/2021, tanggal 29 Desember 2021.

 "Ya benar, Saudara MN telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulsel pada kasus dugaan laporan palsu," ujar Muhammad Iqbal Kuasa Hukum Dr. John Palinggi, selaku Pelapor dalam kasus ini, dalam keterangan persnya, Senin  (3/10/2022).

Baca Juga: Dosen Unhas Makassar Raih Penghargaan Tahunan Pittu Laungani Award


Tersangka MN, kata Iqbal, diduga telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 220 KUHP,  dengan membuat laporan palsu.

Dijelaskan, dugaan laporan palsu yang dibuat MN dilakukan lantaran melaporkan John Palinggi ke Polrestabes Makassar, dengan dugaan pencemaran nama baik secara tertulis, sesuai Pasal 310 ayat 2 KUHP.

 "Tidak ada pencemaran nama baik secara tertulis yang dilakukan oleh Dr. John Palinggi, sebagai korban. Pasalnya, sesuai dokumen yang ada, jelas-jelas MN diduga telah melakukan pemalsuan surat putusan Mahkamah Agung.

Baca Juga: 60 Mahasiswa KKN Profesi Unhas Positif Covid-19 Di Jeneponto

Dalam hal ini MN diduga telah melanggar Pasal 263 KUHP, melakukan penipuan (Pasal 378 KUHP) dan penggelapan (Pasal 372 KUHP).

Surat itu murni diberikan kepada pihak Unhas, tidak disebar kemana-mana. Pun bukti-bukti terkait pemalsuan surat keputusan MA tersebut sebagai barang bukti sudah ada.

"Lalu, apa yang dicemarkan?" kata Iqbal.
Dikatakannya, saat ini kasus dugaan pemalsuan surat putusan MA tengah berproses di Polda Metro Jaya.


Baca Juga: Di Webinar UNHAS, Kementan Sampaikan Tantangan Dan Potensi Petani Milenial


"Di Polrestabes Makassar, laporan MN dipetieskan karena penyidik tidak menemukan bukti-bukti," tutur Iqbal.

Lalu, MN sempat mengajukan praperadilan. Namun, Hakim di PN Makassar menolaknya.

Merasa dirugikan, John Palinggi pun melaporkan balik MN, hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sulsel.

Seperti diketahui juga, kata Iqbal, selama ini, meski telah memiliki Nomor Induk. pengawai (NIP) sebagai pegawai negeri sipil (PNS), namun faktanya MN  tetap melakukan praktik sebagai pengacara dan diduga mengabaikan tugasnya sebagai dosen.


Baca Juga: Zainulbahar Noor Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Kehormatan Universitas Islam As Syafiiah

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank bjb Raih Banking Award Dari LPS 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:30 WIB

Lombok Barat Berhasil Tuntaskan Stop Buang Air Besar

Rabu, 30 November 2022 | 19:38 WIB
X