• Rabu, 30 November 2022

Korban Kerusuhan Suporter Sepakbola di Malang Terus Bertambah

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:40 WIB
Proses identifikasi korban kerusuhan suporter sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Proses identifikasi korban kerusuhan suporter sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).



SUARAKARYA.ID: Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan , Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikabarkan bertambah.

Informasi yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan jumlah korban meninggal sampai pagi ini menjadi 153 orang.

"Saya sebagai salah satu penggila bola ikut berduka atas jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai pagi ini informasinya sudah 153 orang yang meninggal dunia," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga: Kronologi Kerusuhan Supporter di Stadion Kanjuruhan Malang, FIFA Larang Gas Air Mata


Komnas HAM berencana menerjunkan tim investigasi untuk mengusut penyebab kerusuhan yang terjadi seusai laga Arema versus Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022, malam tersebut. Apalagi, sampai menimbulkan ratusan korban jiwa.

Saat ini, Komnas HAM sedang membahas serius terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini.

"Belum koordinasi dengan pihak Kepolisian. Kami masih koordinasi di internal Komnas HAM," katanya.

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tragedi Terbesar Sepanjang Sejarah Sepakbola Indonesia

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3.

Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya. Sebanyak 125 Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, terdapat dua anggota kepolisian yang juga dikabarkan tewas.

Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.

Baca Juga: Kerusuhan Sepakbola Malang Merenggut 127 Nyawa

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34," kata  Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

Akibat insiden berdarah ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban. ***

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lombok Barat Berhasil Tuntaskan Stop Buang Air Besar

Rabu, 30 November 2022 | 19:38 WIB
X