• Rabu, 30 November 2022

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi (tengah)
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi (tengah)
 
 
SUARAKARYA.ID: Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi landasan petlindungan pekerja rumah tangga, dalam mengatur dan mengelola permasalahan bidang ketenagakerjaan. 
 
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi menegaskan, percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) sebagai produk hukum (Undang-Undang) dapat menjadi landasan. 
 
"Dengan lahirnya UU PPRT ini kita ingin persoalan terkait pekerja domestik bisa diselesaikan dan memiliki dasar hukum yang sangat jelas,"  kata Sekjen Anwar, dalam Diskusi Bersama Pemerintah, DPR, CSO, serta media, terkait RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,  di ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Jumat (30/9/2022). 
 
 
Terutama, dalam melindungi para pekerja domestik atau PRT di Indonesia yang jumlahnya mencapai 4,2 juta orang. 
 
"Percepatan pembahasan dan pengesahan RUU PPRT ini penting, sebagai payung hukum untuk melindungi pekerja rumah tangga," ujarnya. 
 
Sekjen Anwar mengatakan, harus ada kejelasan hukum yang dapat dijadikan pondasi. Untuk menyelesaikan persoalan dan memberikan perlindungan PRT. 
 
 
Dari sisi proses usulan hingga saat ini, telah melalui proses panjang yakni 18 tahun. Dinamika RUU PPRT ini pun kembali meningkat, dengan makin gencarnya masyarakat sipil  menuntut percepatan pembahasan dan pengesahan RUU PPRT, dan kembali masuknya RUU PPRT ke dalam Prolegnas Prioritas 2022. 
 
"Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendukung RUU PPRT ini, agar bisa menjadi UU. Berbicara pekerja domestik yang bekerja di luar negeri, kita selalu mengedepankan kata perlindungan sebagai bagian yang memang tidak terpisahkan dari PMI sektor domestik," tutur Sekjen Anwar
 
Di bagian lain, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej menyatakan, urgensi keberadaan UU PPRT untuk melindungi para pekerja rumah tangga
 
 
"Urgensi dari RUU PPRT ini sebenarnya hanya ada dua. Pertama adalah suatu recognize, suatu pengakuan terhadap pekerja rumah tangga, dan kedua yang terpenting adalah perlindungan terhadap PRT itu sendiri," terang  Eddy. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemnaker Dorong Lembaga K3 Tingkatkan Mutu Layanan K3

Senin, 28 November 2022 | 21:58 WIB
X