• Minggu, 4 Desember 2022

Regulasi Robot Trading di Indonesia Belum Jelas, Masyarakat Bisa Jadi Korban

- Selasa, 27 September 2022 | 19:58 WIB
Ribuan orang telah menjadi korban Robot Trading ini.
Ribuan orang telah menjadi korban Robot Trading ini.

SUARAKARYA.ID: Regulasi yang mengatur aktivitas robot trading belum ada di Indonesia. Hal itu merugikan masyarakat atau badan usaha yang terjun di dunia trading.

Kerugian itu terlihat dari munculnya persoalan antara member dengan broker robot trading. Bahkan, dampak tidak adanya regulasi membuat bisnis di sektor trading tidak berkembang pesat di Indonesia.

Menanggapi hal itu, praktisi hukum Yunasril Yuzar menyampaikan bahwa aktivitas robot trading di Indonesia mengikuti hukum internasional.

Baca Juga: Atasi Wakil Thailand, Reza ke Babak Kedua Indonesia International Challenge 2022

"Kalau kita bicara robot trading, ini persoalan internasional. Semua orang tahu dan bisa melakukannya, bahkan kalau bicara trading, itu kan tidak tunduk pada hukum nasional. Hukum nasional harus tunduk pada hukum internasional karena itu sudah diakui oleh masyarakat luas," ujar Yunasril.

Yunasril menuturkan memang ada lembaga yang bersinggungan dengan aktivitas trading, seperti Bappeti. Sayangnya, lembaga itu tidak memiliki kewenangan yang bisa mengintervensi broker.

Saat ini, kata dia, semua orang dibebaskan untuk memilih broker, baik itu broker yang terdaftar atau pun tidak.

Baca Juga: 500 Orang Berobat Gratis yang Digelar Baznas- Danareksa di Bogor

Kondisi itu juga diperkuat dengan pernyataan Bappeti dan Kemenag yang mengatakan belum mampu membuat suatu regulasi atau sistem terkait robot trading.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemnaker Buka Akses Pemagangan ke Korea

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
X