• Kamis, 1 Desember 2022

Meski Seram, Pemotor Tetap Lintasi Jembatan Sasak di Sungai Bengawan Solo

- Selasa, 27 September 2022 | 19:57 WIB
Jembatan utama ditutup, pemotor pilih melewati jembatan sasak di Sungai Bengawan Solo  (Endang Kusumastuti)
Jembatan utama ditutup, pemotor pilih melewati jembatan sasak di Sungai Bengawan Solo (Endang Kusumastuti)

 

SUARAKARYA.ID: Jembatan sasak yang terbuat dari anyaman bambu yang membentang di Sungai Bengawan Solo, dijadikan alternatif warga setelah Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug  B ditutup karena proses perbaikan.

Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dengan Kampung Sewu, Jebres, Kota Solo itu, saat ini ramai dilintasi warga Kota Solo, Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo untuk menuju tempat aktivitas.

Meski rawan, karena hanya menggunakan anyaman bambu dan dibawahnya tong tapi tak menyurutkan pemotor untuk melintas. Ribuan kendaraan bermotor setiap hari melintas di jembatan sasak sejauh 30 meter itu.

Baca Juga: Dua Bulan Gunakan Kompor Listrik, Warga Mojo Kota Solo Akui Lebih Efisien

"Kalau sendiri berani lewat tapi kalau bawa anak tidak berani. Cukup seram sih sebenarnya,  tapi karena lewat sini lebih dekat ya terpaksa," ujar warga Mojolaban, Sukoharjo, Enggar,  Selasa (27/9/2022).

Dirinya juga rela membayar Rp3.000 untuk menyeberangi jembatan sasak itu, demi lebih cepat tiba di tujuan. Karena kalau harus melewati jalan besar, dia harus memutar sehingga lebih jauh.

"Sebenarnya jembatan sasak ini kan sudah ada sejak dulu,  sebelum Jembatan Mojo dibangun juga ada perahu untuk menyeberangkan," katamya.

Baca Juga: Ade Armando Viralkan Skandal Bank Mandiri, Ingin Habisi Debitur

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank bjb Raih Banking Award Dari LPS 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:30 WIB

Lombok Barat Berhasil Tuntaskan Stop Buang Air Besar

Rabu, 30 November 2022 | 19:38 WIB
X