• Senin, 3 Oktober 2022

DKI Gelar Program Pangan Murah Hingga Desember

- Jumat, 23 September 2022 | 07:26 WIB
DKI Jakarta menggelar program  pangan murah di pasar tradisional bagi pemegang KJP, lansia, PJLP dan lain hingga Desember 2022.
DKI Jakarta menggelar program pangan murah di pasar tradisional bagi pemegang KJP, lansia, PJLP dan lain hingga Desember 2022.





SUARAKARYA.ID: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta menggelar program pangan murah bersubsidi  yang berlangsung sejak Januari hingga Desember 2022 yang menyasar masyarakat berpendapatan rendah.

"Sasarannya  anak-anak pemegang Kartu Jakarta Pintar, Kartu Lansia Jakarta, penyandang disabilitas, penghuni rumah susun, guru-guru honorer, kemudian PJLP dengan UMP Rp1,1 juta," ujar Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Eli  mengatakan terdapat 22 ribu guru honorer yang menjadi sasaran program pangan murah bersubsidi tersebut, kemudian ada juga 14 ribu kader PPK, dan 14 ribu penyandang disabilitas.

Baca Juga: DKI Dukung Pasar Murah Orwil ICMI

Pada kesempatan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan bahwa total 1,1 juta warga Ibu Kota akan menerima manfaat program pangan murah bersubsidi.

"Pangan murah bersubsidi ini diberikan kepada 1,1 juta penerima yang dibagikan lewat 312 lokasi di seluruh Jakarta," ujar Anies di Pasar Cipinang Kebembem, Jakarta Timur, kemarin.

Baca Juga: Tekan Inflasi Dan Sediakan Kebutuhan Pangan, TPID Solo Gelar Pasar Murah

Dari 312 lokasi tersebut, 159 di antaranya didistribusikan oleh Perumda Pasar Jaya di pasar-pasar Ibu Kota.

Baca Juga: Food Station Kerja Sama dengan IPB Sempurnakan Program Pangan Murah

Kemudian, 108 titik berada di RPTRA rumah susun, 30 lokasi di Kepulauan Seribu, dan sisanya didistribusikan Perumda Dharma Jaya.

Anies menjelaskan bahwa paket pangan murah itu terdiri dari beras, daging sapi, telur, ayam, ikan dan susu.

"Masyarakat kalau membeli di luar nilainya kira-kira Rp402 ribu, tapi yang mereka bayarkan lewat program ini sebesar Rp126 ribu. Jadi mendapatkan subsidi sebesar Rp276 ribu atau 69 persen, hampir 70 persen dibiayai lewat subsidi," ujar Anies menambahkan. ***

Editor: Markon Piliang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X