• Jumat, 7 Oktober 2022

Petani Organik adalah Pahlawan Kemanusiaan

- Selasa, 20 September 2022 | 15:57 WIB
Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo bersama Pembina Maporina Jenderal TNI Purn Try  Sutrisno (Ist)
Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo bersama Pembina Maporina Jenderal TNI Purn Try Sutrisno (Ist)

  • Laporan Egy dan Roso

SUARAKARYA.ID: Kabar ini ngeri ngeri merinding. Konon, tidak sedikit jenis sayur mayur mengandung logam berat, kecuali sayuran hidroponik.

“Saya makin paham setelah bertemu para tokoh Maporina, termasuk informasi dari Bapak Try Sutrisno,” ujar Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo, dalam sambutan pada pengukuhan pengurus Maporina 18 Sep 22, di Aula Soeryadi Gedung PPAD, Jl. Matraman, Jakarta Timur.

Maporina adalah kependekan dari Masyararkat Petani dan Pertanian Organik Indonesia. Hari itu, bertempat Markas PPAD, dilakukan pengukuhan empat pengurus wilayah yakni Provinsi Riau, Jambi, Sulawesi Utara, dan Maluku. Pengukuhan dilakukan secara hybrid. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Maporina Subandriyo, serta Sekjen Maporina, Fajar Wiryono.

Sementara, Try Sutrisno adalah Pembina Maporina. Ia adalah Wapres ke-6 (1993- 1998), Panglima ABRI ke-9 (1988 – 1993), dan Kasad ke-15 (1986-1988). “Saya pun jadi paham, mengapa Pak Try masih sehat di usia yang ke-87 tahun. Rupanya karena beliau mengonsumsi sayuran hidroponik,” ujar Doni Monardo, disambut tepuk tangan hadirin. Try Sutrisno tersenyum mengangguk-angguk.

Karenanya, tambah Doni, “Tadi ketika pak Try, pak Subandriyo, dan mas Fajar menawarkan kepada saya untuk menjadi bagian dari Maporina, seketika saya jawab ‘saya mau, dengan senang hati’,” kembali tepuk tangan membahana. Sekilas ia juga menyatakan keterkejutannya, ternyata di Maporina banyak bercokol tokoh dengan integritas yang terjaga.

“Saya lebih 20 tahun berteman dengan mas Fajar. Setahu saya dia jago menembak… eh, ternyata jago _farming_ dan saat ini malah menjabat Sekjen Maporina,” kata Doni.

Danjen Kopassus 2014-2015 itu pun mengilas balik pengalamannya mendapat amanah dari Presiden untuk menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) 2019 – 2021. “Selama saya menjabat Kepala BNPB saya mengurusi bencana di seluruh Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, salah satu penyebab bencana adalah alih fungsi lahan. Lahan yang tadinya hutan, tertutup pohon, berubah menjadi perkebunan dan pertanian. Sekian tahun kemudian, akar pohon busuk. Ketika hujan sebagian dari airnya masuk ke sela-sela akar. Ketika kemiringan tanahnya lebih dari 30 derajat besar kemungkinan terjadi longsor. Inilah yang mengakibatkan sekarang hampir semua sungai di tanah air, hampir semua waduk dan danau di negara kita, mengalami pendangkalan.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Diresmikan Relokasi Tugu 66 di Taman Menteng

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:06 WIB

Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Minta Maaf

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:31 WIB
X