• Jumat, 7 Oktober 2022

Kemenkominfo dan Pemkot Palopo Kolaborasi Gelar Pekan Literasi Digital

- Senin, 19 September 2022 | 23:26 WIB
 Pekan Literasi Digital di Kota Palopo
Pekan Literasi Digital di Kota Palopo
 
 
SUARAKARYA.ID: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo berkolaborasi dalam kegiatan bertajuk 'Pekan Literasi Digital di Kota Palopo'. 
 
Kegiatan Kemenkominfo dan Pemkot Palopo itu, dilaksanakan di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. 
 
Kemenkominfo menggelar Pekan Literasi Digital ini bertujuan, untuk memberikan pemahaman mengenai Literasi Digital kepada lebih dari 700 peserta perwakilan masyarakat dan komunitas di Kota Palopo
 
 
Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan, Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00. 
 
Merespon hal itu, Kemenkominfo menyelenggarakan Pekan Literasi Digital dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital. Yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, serta keamanan digital
 
Walikota Palopo Judas Amir, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Pekan Literasi Digital ini sangat penting untuk mendorong peningkatan pengetahuan teknologi dan informasi masyarakat Indonesia. 
 
 
Menurutnya, Literasi Digital merupakan sebuah proses persiapan sumberdaya manusia. Untuk memanfaatkan teknologi baru dan diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang cerdas dan cakap menggunakan teknologi digital.
 
Sehingga, masyarakat bisa menggunakan teknologi dengan bertanggung jawab. “Kita jangan hanya berhenti pada pemahaman dan penggunaan teknologi digital saja. Tapi, harus memiliki integritas dan mengetahui etika digital," ujarnya. 
 
Jika hanya tahu bagaimana menggunakan teknologi digital, ujarnya, tanpa mengetahui etikanya. Maka, itu bisa menjadi faktor yang menyebabkan kejahatan siber, penyebaran berita bohong dan kejahatan lainnya. 
 
 
Karena itu, pemerintah harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, etika, serta nilai-nilai kebenaran tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan. 
 
Di bagian lain, Rektor IAIN Kota Palopo Abdul Pirol menegaskan, dengan berkembangnya media digital, kita bisa mengalami banjir informasi jika tidak digunakan secara cerdas dan bijak. 
 
Media digital juga dapat menyebabkan kelelahan dan kehilangan semangat untuk melanjutkan aktivitas atau bekerja. 
 
"Memang benar akses informasi menjadi mudah dan melimpah. Kita mau cari informasi apa saja, langsung bisa dicari. Tapi dengan kelimpahan informasi itulah, sulit membedakan mana info yang benar atau hoaks," tuturnya. 
 
 
Belum lagi, lanjutnya, jika menggunakan media digitalnya tidak tahu waktu, kecanduan, kita tidak bisa membedakan mana yang harus kita kerjakan dan mana yang harus kita tinggalkan. 
 
"Untuk itu, kita perlu memahami Literasi Digital ini dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. 
 
Pada Pekan Literasi Digital di Kota Palopo, terdapat tiga kelas yang diselenggarakan secara paralel. Dengan narasumber yang kompeten di masing-masing kelas, yaitu Obral-Obrol Literasi Digital, Kelas Konten Kreator, serta Kelas Asah Digital.***
 
 
 
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diresmikan Relokasi Tugu 66 di Taman Menteng

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:06 WIB

Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Minta Maaf

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:31 WIB
X