• Minggu, 4 Desember 2022

Abrasi Ancam Pantai Kampung Klayas, PT Kilang Kasim Tanam 10.000 Bibit Mangrove

- Minggu, 18 September 2022 | 14:06 WIB
GM PT Kilang Pertamina Internasional RU VII - Yusut Mansur Menanam Bibit Mangrove (Istimewa)
GM PT Kilang Pertamina Internasional RU VII - Yusut Mansur Menanam Bibit Mangrove (Istimewa)

 SUARAKARYA.ID: Mencegah abrasi mengancam  Pantai kampung Klayas di kabupaten Sorong Papua Barat, PT Kilang Pertamina Kasim menanam 1.000 bibit pohon Mangrove, Minggu (18/9/2022).

General Manager (GM) PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim (Kilang Kasim) Yusuf Mansur   mengatakan, pihaknya bersama Pemuda Kampung Klayas menggelar kegiatan ini.

Kampung Klayas sendiri, merupakan kampung yang berada di area pesisir Distrik Seget.

Baca Juga: Raja Charles III  Pecat 100 Staf yang Bekerja Untuknya Bikin Pusing Rakyat Inggris

Hal ini erat kaitanya dengan bencana abrasi yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Namun demikian, masyarakat masih belum menganggap bahwa abrasi merupakan bencana. Sehingga warga  masih enggan dalam melakukan upaya konservasi.

Kilang Kasim, lewat program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) hadir.

Lalu  mengajak para pemuda Kampung Klayas untuk melakukan penanaman mangrove di area absrasi.

Tak hanya menanaman, pemuda dibekali dengan pelatihan serta pendampingan dalam mengupayakan pembibitan secara mandiri.

Dan diarahkan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari kegiatan tersebut.

Baca Juga: Hacker BjorkaTantang Pemerintah  Tangkap Pelaku Asli Bukan Palsu

Yusuf Masnyur, selaku General Manager Kilang Kasim mengatakan, bahwa dirinya bersama dengan jajaran manajemen.

" Kami akan datang ke Kampung Klayas untuk melakukan penanaman mangrove sebanyak 10.000 bibit secara kontinyu," katanya.

Tim PT Kilang Pertamina RU VII dan Warga Kampung (Istimewa)


 Tak hanya itu, dirinya menyampaikan maksud kedatangannya untuk melihat pembibitan yang dilakukan para Pemuda untuk memitigasi area abrasi.

Serta mendapatkan nilai ekonomis dari kegiatan ini.

Para pemuda sudah dibekali pengetahuan untuk melakukan upaya pembibitan, dan hari ini benar apa adanya.

"Kami melakukan penanaman secara bersamaan. Di mana bibit dan dan hal teknis lainnya diupayakan para pemuda dari Kampung Klayas. Ini sangat luar biasa," ujar Yusuf.

Ia menambahkan bahwa dalam hatinya sangat terkesan dengan para pemuda di Kampung Klayas.

Baca Juga: Lirik Lagu Par Sapa Lai - Nick Likumahua

Hal ini dikarenakan bahwa para pemuda sudah menjadi Agent Of Change dalam perubahan di Kampung Klayas.

 Pendampingan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ternyata mampu merubah sikap para pemuda untuk aware dan peduli dengan nasib kampungnya.

Sementara itu, Area Manager Comm, Rel, CSR & Compliance PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim, Dodi Yapsenang mengatakan bahwa kunjungan tim manajemen kali ini memang untuk memonitor kegiatan yang dilakukan pemuda, salah satunya adalah penanaman mangrove.

“Kami dari Kilang Kasim, datang untuk memantau kegiatan pemuda dan penanaman mangrove. Penanaman yang dilakukan oleh jajaran tim manajemen serta para pemuda ini memang sangat perlu dilakukan, menginggat bahwa kondisi pesisir kampung Klayas yang sudah terkena abrasi dalam beberapa tahun terakhir," jelas Dodi.

Baca Juga: Penting, Wujudkan Good Government dan Clean Government di Kabupaten SBB

Lebih lanjut, Dodi menegaskan bahwa penanaman 10.000 bibit mangrove ini diupayakan karena memang salah satu solusi terbaik dalam memitigasi bencana.

Jika dilihat dari TJSL Pertamina, menanam mangrove menjadi primadona karena serapan dan simpanan karbon yang lebih tinggi dibanding pohon darat lainnya.

Selain itu, masalah abrasi ini dirasa hal yang sangat sesuai untuk terus mengupayakan kegiatan seperti ini.

“Kegiatan kami pada pagi hari ini terkait penanaman mangrove, semuanya disiapkan oleh para pemuda. Pemuda Kampung Klayas pada hari ini, sangat berbeda dengan pemuda beberapa tahun terakhir, sekarang para pemuda sudah mulai meninggalkan kebiasaan lama akan mabuk-mabukan dan bermalas-malasan," katanya.

Mangrove Tanaman Darat Dipercaya Bisa Cegah Abrasi Pantai (Istimewa)


 Sekarang mereka menjadi penyelamat dari bencana abrasi di Kampung Klayas. Dan juga mempunyai pendapatan dari kagiatan lingkungan mereka

Selain itu, kegiatan yang dilakukan oleh Kilang Kasim ini sudah disesuiakan dengan TJSL Pertamina (Persero). Serta SDGs (Sustainable Developments Goals) poin 13, 14, dan 15.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank bjb Raih Banking Award Dari LPS 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:30 WIB

Lombok Barat Berhasil Tuntaskan Stop Buang Air Besar

Rabu, 30 November 2022 | 19:38 WIB
X