• Rabu, 7 Desember 2022

Kemnaker  RI Siap Selesaikan BSU Tahap II BPJS Tenaga Kerja

- Sabtu, 17 September 2022 | 19:01 WIB
Indah Anggoro Putri (Istimewa)
Indah Anggoro Putri (Istimewa)


SUARAKARYA.ID:  Pemerintah melalui Kementerian siap menyelesaikan BSU tahap II setelah BPJS Ketenakarrjaan menyerahlan data. 

"Tahap kedua data kami minta minggu ini ke BPJS Ketenagakerjaan, dijanjikan hari Kamis besok ada data masuk. Jumlahnya berapa belum pasti, kami memang minta tiap minggu ada terus," kata Pejabat Kementerian Tenaga Kerja Anggoro Putri.

Dikatakan  Putri  Kamis sudah ada data  lalu pihaknya padupadankan sehingga  bisa disalurkan lagi gelombang kedua.

Insyallah di awal minggu depan," kata Indah Anggoro Putri.

Baca Juga: Diduga Selingkuh dengan 2 Polisi, Perwira Polwan  Diselidiki Propam Polda Maluku

Indah mengatakan, Kemnaker belum mengetahui jumlah pasti data calon penerima BSU yang akan diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Indah melaporkan per 12 September 2022 sudah disalurkan BSU tahap pertama kepada 4,1 juta penerima.

"Alhamdulillah per 12 September sudah mulai disalurkan tahap pertama sejumlah total 4,1 juta orang. Penyaluran terakhir kami pantau kemarin tanggal 13 September, jadi 4,1 juta tadi sudah tersalurkan," kata Indah.

Kemnaker akan segera menyelesaikan terkait penyaluran BSU ini. Diketahui bersama, Pemerintah menargetkan menyalurkan BSU ke 16 juta penerima.

Namun, dalam prosesnya akan ada kemungkinan data yang tidak sesuai dengan ketentuan Permenaker nomor 10 tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh.

"Secepat mungkin, karenakan masyarakat terutama tenaga kerja buruh menunggu, kami bekerja terus tim saya tidak tidur terus memadankan," tegasnya.

Baca Juga: Viral, Wanita Penganten Baru Alami Pendarahan Hebat Setelah Malam Pertama

Indah menegaskan, dari proses BSU ini yang perlu semua pahami adalah pemadanannya. Karena selain harus sesuai kriteria sebagaimana permenaker 10 tahun 2022, juga prinsipnya tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan lain.

"Terus PNS, TNI-POLRI tidak boleh, juga tidak boleh double dengan bantuan BBM, PKH, Prakerja, dan juga bantuan dari Pemda, karena semua Pemda menyalurkan untuk driver online, kurir, nelayan, atau over laping. Jadi dipadankan," ujarnya.

Kemudian, jika nanti tidak mencapai target 16 juta orang, misalnya hanya tersalur kepada 14 juta orang. Maka, sisa kuota BSU tidak akan disalurkan dan dananya kembali ke kas negara.

Ia menambajkan pihaonya bekerja sesuai rehilasi. Misalnya 16 juta oenerima yang diajukan.

Baca Juga: Lirik Lagu MalukuTanah Pusaka - Edie Latuharhary

Namun akan diliat kalau hanya 14 juta yang potensial. Maka 2 juta lainnya akan teliti lagi datanya, demikian Indah. ***

Sumber: Istimewa

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Natal Harga Bahan Pangan di Jakarta Terkendali

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:59 WIB

Akhir Tahun, UNS Solo Tambah Empat Guru Besar Baru

Selasa, 6 Desember 2022 | 07:07 WIB
X