Baznas Buka Program Beasiswa untuk Anak Disabilitas, Daerah 3T dan Komunitas Adat

- Jumat, 9 September 2022 | 04:37 WIB
Pembelajaran bagi anak penyandang disabilitas di wilayah 3T dan Komunitas Adat.
Pembelajaran bagi anak penyandang disabilitas di wilayah 3T dan Komunitas Adat.



SUARAKARYA.ID: Sinergi antara muzaki ( Pembayar zakat) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperluas jangkauan manfaat bagi sesama.


Baznas meluncurkan program Beasiswa Khusus Kemitraan Baznas 2022, yang akan menyasar kelompok anak berkebutuhan khusus, kelompok daerah 3T, dan komunitas adat di Indonesia.

Beasiswa ini merupakan bentuk implementasi dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas dari muzaki demi memberi kesejahteraan, salah satunya melalui pendidikan.

Beasiswa dikemas dalam bentuk pendanaan program kepada lembaga yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan sebagai mitra sanding Baznas, yang menjangkau kelompok disabilitas, daerah 3T, dan komunitas adat.

Baca Juga: Jualan Ayam Goreng Ciamik, Pelatihan Jadi Strategi Baznas Tingkatkan Keahlian Mustahik

Sebagai mitra sanding, lembaga itu nantinya akan bekerja sama dengan Baznas untuk mendistribusikan beasiswa kepada mustahik dan meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Proses pendaftaran akan dibuka pada 15-26 September 2022.

Setelah melalui proses administrasi dan penilaian secara ketat, pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 17 Oktober 2022.

Baca Juga: Baznas Tetapkan Delapan Program Prioritas di Tahun 2023 Untuk Pengentasan Kemiskinan


Acara peluncuran dihadiri oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof Dr KH Noor Achmad, MA, Pimpinan Baznas RI  Saidah Sakwan, MA, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan  Dr H Muhammad Imdadun Rahmat, MSi.

Acara dipandu oleh MC Lutfiyah, yang juga Peserta Beasiswa Riset Baznas dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan dibuka oleh tilawah dari Qori Ahmad Abdul Aziz, santri dari Pondok pesantren Sam'an Netra Mulia (Peserta Beasiswa Kemitraan 2021).

"Insya Allah Baznas berkomitmen bersama pemerintah memenuhi kualitas pendidikan anak bangsa yang tidak terikat akan batasan daerah, batasan-batasan kemampuan fisik, dan batasan waktu. Keterbatasan kemampuan fisik keterbatasan daerah keterbatasan batas waktu tidak membatasi siapa saja untuk meningkatkan kualitas diri," ujar KH. Noor Achmad, MA, di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

 

Baca Juga: Entaskan Kemiskinan Masyarakat di Perbatasan, Baznas Kerja Sama dengan BNPP dan TNI

Melalui program beasiswa ini, Noor mengatakan, lembaga terpilih akan diberikan pendanaan untuk menjalankan program dengan anggaran mencapai Rp50 juta per lembaga dan pendampingan untuk kemandirian lembaga.

Baznas melalui program beasiswa ini, memiliki tekad kuat agar para santri dapat belajar dengan tenang dan nyaman.

"Kami berharap, beasiswa kemitraan ini bisa mencetak individu berkualitas dari tiga kelompok masyarakat, demi terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul di masa mendatang. Orang berilmu janji Allah, Allah ingin menghasilkan orang-orang yang berilmu tidak terbatas dengan keterbatasan tersebut, seperti Dek Ahmad Abdul Aziz yang pada hari ini membacakan tilawah karena dia berilmu tidak ada keterbatasan dia untuk mendapatkan prestasi," kata Noor.

 

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X