SLI Jadi 'Senjata' Andalan BMKG Hadapi Ancaman Krisis Pangan

- Senin, 22 Agustus 2022 | 00:10 WIB
Foto: Humas BMKG
Foto: Humas BMKG

SUARAKARYA.ID: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menggencarkan Sekolah Lapang Iklim (SLI) sebagai upaya menghadapi krisis pangan akibat ketidakpastian global. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk terus memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.

SLI menjadi senjata andalan BMKG dalam upaya memperkuat ketahahan pangan nasional,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati disela-sela pembukaan SLI Operasional Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Temanggung, baru-baru ini.

Dwikorita menyebut, lewat SLI, BMKG berupaya membantu petani memahami informasi iklim. Terlebih, pertanian merupakan kegiatan yang dilakukan di tempat terbuka sehingga sangat berkaitan dengan cuaca dan iklim. Sehingga, kalau petani tidak dibekali informasi iklim maka tingkat kegagalan tinggi dan berdampak pada ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: BMKG Gencar Edukasi Petani Lewat SLI, Untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

“Dalam perjalanannya, tidak hanya pertanian padi yang menjadi sasarannya, namun juga ada sektor lain seperti hortikultura dan tanaman keras,” imbuhnya.

Dwikorita menerangkan, pada Maret hingga Juli 2022 lalu, BMKG telah sukses melaksanakan kegiatan SLI Operasional di Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang dengan komoditas yang ditanam adalah sayuran onclang (daun bawang). Diketahui, hasil dari pengubinan komoditas sayuran onclang (daun bawang) menghasilkan sebanyak 61, 76 Ton / Hektar dengan usia tanaman sekitar 90 – 100 hari.

Baca Juga: Lirik Lagu Bukti - Virgoun ...Kau Wanita Terhebat Bagiku

Hasil tersebut, kata dia, lebih baik dan maksimal bila dibandingkan dengan hasil panen normal dalam kondisi cuaca/iklim terdampak anomali iklim La Nina dengan intensitas lemah dengan melihat mulai tanam pada akhir bulan Maret (30 Maret 2022) panen (periode masuk musim kemarau yang cenderung basah).

Sedangkan, pada bulan Agustus 2022 ini, lanjut Dwikorita, BMKG menyasar petani tembakau di dua lokasi yaitu di Desa Pacekelan, Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo dan di Desa Wonosari, Kecamatan Kubu, Kabupaten Temanggung. Dengan materi yang akan diberikan di antaranya, pemahaman unsur cuaca dan iklim dan pengenalan alat ukur cuaca dan iklim, pengendali iklim dan proses pembentukan hujan dan simulasinya, pemahaman informasi prakiraan iklim dan musim dan penyimpangan iklim, dan iklim ekstrem perubahan iklim.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diprotes Warga, Gibran Batalkan Kenaikan Tagihan PBB

Selasa, 7 Februari 2023 | 17:15 WIB
X