• Senin, 26 September 2022

UMKM Perempuan, Kemnaker Mendukung Menuju Era Digitalisasi 

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:40 WIB
Menaker Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah.
 
 
SUARAKARYA.ID: UMKM Perempuan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendukung partisipasi perempuan pada sektor UMKM. Agar bisa mengembangkan usahanya di era digitalisasi saat ini. 
 
Langkah ini sangat perlu dilakukan, karena UMKM Perempuan berdampak penting bagi pembangunan ekonomi Nasional. 
 
Melihat besarnya signifikansi UMKM dalam perekonomian dan sektor ketenagakerjaan. Maka, kewajiban bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk selalu mendukung UMKM Perempuan. 
 
UMKM Perempun telah menjadi penghidupan bagi Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya kaum perempuan
 
 
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam acara Pemberian Bantuan Modal Untuk UMKM menyatakan, berdasarkan data BPS yang diolah oleh Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM Indonesia menyumbangkan hingga lebih dari 60 persen PDB Indonesia pada tahun 2019. 
 
Gelaran pemberian modal untuk UMKM itu,  diselenggarakan  Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI), di Jakarta, Kamis (18/8/2022). 
 
Menaker mengungkapkan, berbicara tentang UMKM tentu juga bersinggungan erat dengan pengusaha dan tenaga kerja perempuan. 50 Persen pengusaha yang menjalankan UMKM adalah perempuan
 
 
"Data telah menunjukkan persentase perempuan yang bekerja di sektor informal khususnya pada UMKM sangatlah besar. Jadi UMKM juga berperan penting dalam hal menyerap sebagian besar tenaga kerja perempuan yang ada di Indonesia," tutur Menaker
 
Dia mengungkapkan, atas arahan  Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2022. Presiden memberikan perhatian khusus pada UMKM sebagai salah satu agenda besar Indonesia Maju. 
 
Presiden sangat ingin, agar UMKM bisa “naik kelas” atau mampu mengikuti jejak perusahaan-perusahaan rintisan. Yang akhirnya berkembang jadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar. 
 
 
Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan mempercepat upaya digitalisasi. Agar UMKM dapat bersaing di era revolusi digital. 
 
Termasuk, dengan menjadi bagian dari rantai pasok global. Targetnya 30 juta UMKM akan masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024. 
 
Lebih lanjut, Menaker menyebut, Pemerintah terus memberikan perhatiannya kepada para pelaku sektor UMKM. Diantaranya, dengan memberikan banyak bantuan dan kemudahan permodalan bagi UMKM, melalui berbagai skema, mulai dari pinjaman murah, subsidi bunga, insentif pajak, hingga penjaminan modal. 
 
"Dari Kemnaker sendiri, untuk membantu UMKM agar bisa naik kelas di era digital. Kami terus menggenjot pelatihan untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja. Banyak jurusan pelatihan yang kami miliki merupakan jurusan yang menunjang kompetensi bagi pekerja perempuan di sektor UMKM," ungkap Menaker
 
 
Dikemukakanmya, jajarannya juga terus menjalankan program pengembangan perluasan kesempatan kerja l. Berupa program bantuan kewirausahaan, yang diberikan pada kelompok UMKM di berbagai daerah. 
 
Banyak dari paket bantuan itu diberikan kepada kelompok komunitas muda, perempuan, lansia, serta disabilitas atau kelompok rentan lainnya. Agar dapat menjadi  wirausahawan yang mandiri melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). 
 
Program TKM berusaha menciptakan embrio usaha mikro. Yang diharapkan dapat tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. 
 
 
Pada tahun 2021, Kemnaker  telah mengucurkan bantuan TKM bagi lebih dari 100.000 penerima manfaat, dan pada tahun 2022 dengan jumlah yang sama akan diluncurkan beberapa waktu ke depan melalui bizhub.kemnaker.go.id.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerima BSU, Menaker Tinjau Langsung di Tiga Wilayah

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB

Petani Organik adalah Pahlawan Kemanusiaan

Selasa, 20 September 2022 | 15:57 WIB
X