• Selasa, 7 Februari 2023

Diboyong Langsung ke KPK, Bekas Walkot Cimahi Tak Sempat Nikmati Hari Kemerdekaan Bersama Keluarga

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:19 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Baru beberapa kali mengayunkan kaki atau hanya sesaat saja usai pemberian remisi HUT Hari Kemerdekaan RI ke-77 di Lapas Sukamiskin Bandung, narapidana bekas Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, langsung digiring penyidik KPK ke Jakarta. Dia tak punya kesempatan merayakan kebebasannya di Hari Kemerdekaan dengan keluarga.

Aparat KPK memboyongnya ke  Jakarta untuk diperiksa sekaligus menentukan status hukumnya. Maka, manakala terpidana lain yang langsung bebas berkat remisi Hari Kemerdekaan berpesta dengan keluarganya, tidak demikian dengan Ajay. Dia berhadapan dengan penyidik KPK dalam penentuan nasibnya ke depan.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri, membenarkan bahwa aparat lembaga antirasuah kembali menangkap Ajay. Mantan warga binaan Lapas Sukamiskin itu kemudian diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Hari ini, Kamis (18/8/2022) bakal ada kepastian status hukum yang bersangkutan," kata Ali Fikri. Dia masih enggan merinci kasus dugaan korupsi apa lagi gerangan yang menjerat Ajay.

Berdasarkan informasi, Ajay diduga terlibat dugaan suap kepada mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Hal itu diketahui dari fakta hukum perkara Robin yang sebelumnya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.  Robin mengakui dan terbukti menerima uang sebesar Rp 507.390.000 dari Ajay.

Baca Juga: KPK Tetapkan Tersangka Wali Kota Cimahi Ajay

Selain Ajay, tercatat 168.196 warga binaan pemasyarakatan (WBP) seluruh Indonesia menerima remisi khusus  Hari Kemerdekaan RI ke-77, Rabu (17/8/2022), dengan 2.725 dinyatakan langsung bebas. Pemberian remisi umum 2022 ini juga ditaksir dapat menghemat anggaran makan WBP sebesar Rp259.289.610.000.

Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly  berpesan agar WBP yang telah bebas dapat berintegrasi dengan baik di masyarakat dan berperan aktif dalam pembangunan. Begitu juga dengan masyarakat diharapkan dapat menerima WBP yang telah bebas sebagai orang biasa meskipun pernah melakukan kesalahan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBB Kota Solo Naik Tajam, Anggota DPRD Temui Gibran

Senin, 6 Februari 2023 | 15:53 WIB

Baca dan Pilih Nama Bayi Perempuan Top Zaman Ini

Minggu, 5 Februari 2023 | 18:04 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Ungkap Harga Asli Pertalite

Minggu, 5 Februari 2023 | 10:31 WIB
X