• Sabtu, 1 Oktober 2022

Maknai HUT RI, Baznas Optimis Memerdekakan 400.000 Mustahik di Tahun 2022

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Acara talkshow Mustahik Merdeka  digelar Baznas menghadirkan  pengusaha binaannya di lantai 5 Gedung Baznas, Selasa (16/8/2022).
Acara talkshow Mustahik Merdeka digelar Baznas menghadirkan pengusaha binaannya di lantai 5 Gedung Baznas, Selasa (16/8/2022).



SUARAKARYA.ID: Problem kemiskinan  masih menjadi masalah serius  bangsa Indonesia hingga kita memperingati Kemerdekaan RI ke-77.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai lembaga non struktural pemerintah turut serta mengatasi program serius yakni memerdekakan  masyarakat  miskin ( mustahik) dengan memanfaatkan  dana zakat dari muzaki, antara lain dengan menggulirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat,  beasiswa bagi remaja  kurang  mampu untuk melanjutkan sekolah tingkat SMA/SMK, kuliah hingga jenjang sarjana (S1).

Dana zakat dari muzaki (masyarakat mampu) itu sangat bersih. Saya katakan dana zakat itu dana illahiah, sehingga berguna untuk  memberdayakan  masyarakat  tidak mampu. 

"Dengan  memanfaatkan modal bantuan dari Baznas untuk membangun usah,  membesarkan usaha sehingga mereka yang semula tidak mampu/ mendapat bantuan dari Baznas, sampai akhirnya usahanya bisa berkembang pesat, sehingga  mereka bisa membayar zakat (menjadi muzaki)," ujar Ketua Baznas  Prof Dr. KH. Noor Achmad, MA saat membuka Talkshow Mustahik Merdeka di gedung Baznas Jalan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (16/8/2022).

Noor Achmad mengatakan,  Baznas RI, bersama  Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ) diseluruh Indonesia mentargetkan dapat memerdekakan 400 ribu mustahik di seluruh Indonesia.

"Untuk Memerdekan 400.000 orang itu diperlukan dana Rp7 triliun, tentu itu dana dari Baznas RI, Baznas Provinsi/Kabupaten/Kota, LAS di masjid-masjid, dan lembaga lain yang mengumpulkan dana dari masyarakat," ujar  Noor Achmad.

Baznas bersama pemerintah pusat, pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, lembaga-lembaga swasta, Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh tanah air terus berusaha untuk mengentaskan keluarga-keluarga kurang mampu dengan berbagai  program bantuan  usaha, yang akhirnya mengangkat derajat ekonominya.

Sementara itu, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA menambahkan,  upaya Baznas memerdekakan masyarakat miskin dengan dana zakat ini dilakukan dengan nawaitu iklas.

Baznas terus berusah menjalankan amanah untuk memerdekakan mustahik dengan sungguh-sungguh. Di hari Kemerdekaan RI ke-77 ini, Baznas dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) diseluruh Tanah Air, optimis memerdekakan 400.000 mustahik.

"Hal ini kita akui tidak mudah, namun seluruh upaya ini, kita yakini mampu mengubah keadaan masyarakat muzaki menjadi berdaya, mampu karena uang dari  muzaki ini sangat bersih," kata Saidah.

Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, acara Talkshow Mustahik Merdeka ini untuk memberi motivasi kepada para mustahik yang telah dibantu  modal dari Baznas.

Ada pengusaha roti Ibu Metty Novianty, Pengusaha konveksi Ibu Yuli,  anak kita Muhamad Nabil, dan di luar sana banyak mustahik yang menerima bantuan Baznas. Mereka berangkat dari keadaan kurang mampu.

"Namun berkat kerja kerasnya kini Ibu Netty sudah punya 50 karyawan. Ibu Yuli yang difabel sudah bisa mengajak belasan penjahit   yang difabel juga bergabung menjadi karyawan," tutur Saidah.

Talkshow Mustahik Merdeka menampilkan para pengusaha binaan Baznas, pengusaha rotiku Metty Novianty, pengusaha konveksi Yuli dan  Muhamad Nabil, mahasiswa penerima beasiswa Baznas yang kini sudah menjadi CPNS Kementerian  Luar Negeri. ***



Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan, Lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB

Menaker Tinjau Penerima BSU di Sejumlah Tempat 

Rabu, 28 September 2022 | 06:33 WIB
X