• Kamis, 8 Desember 2022

Becik Ketitik, Olo Ketoro - Ending Kasus Kematian Brigadir J

- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:57 WIB
Becik Ketitik, Olo Ketoro - Ending Kasus Kematian Brigadir J (Tangkapan layar YouTube )
Becik Ketitik, Olo Ketoro - Ending Kasus Kematian Brigadir J (Tangkapan layar YouTube )

Selain itu, dari Provos terdapat Karo Provos Div Propam dan Karo Paminal Div Propam.

Hasil pemeriksaan Tim Itsus terkait kasus kematian Brigadir J, dilaporkan ada 31 dari 56 polisi terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri (KEPP) dalam penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Baca Juga: Kasad Jenderal Dudung Berpesan Kepada Peserta Jambore Nasional XI Tahun 2022

Dari jumlah itu, 16 orang telah ditempatkan di tempat khusus (patsus) di dua lokasi berbeda. Sebanyak 6 orang ditempatkan di Mako Brimob, dan 10 orang lainnya di Provos Mabes Polri.

Mereka diduga bersikap tidak profesional karena merusak, menghilangkan barang bukti, mengaburkan, dan merekayasa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Tim Itsus juga tengah mendalami soal adanya dugaan obstruction of justice
(tindak pidana menghalangi proses hukum) oleh ke-31 personel itu.

Baca Juga: Malam Gebyar Nusantara Gemilang untuk Tumbuhkan Wawasan Kebangsaan Berorientasi pada Kemajuan Zaman

Kalau di antara ke-31 orang itu terbukti ada pelanggaran pidananya, Itsus akan menyerahkannya ke Bareskrim untuk ditindaklanjuti sesuai rekomendasi penyidik.

Sementara Timsus bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo pun telah menetapkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka utama, bersama tiga tersangka lainnya, Bharada Richard Eliezer (E), Bripka RR dan KM.

Penetapan tersangka Ferdy Sambo dalam kasus itu diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo di Mabes Polri Jakarta, Selasa, 9 Agustus lalu.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X