• Sabtu, 1 Oktober 2022

Sistem Penempatan Satu Kanal, Indonesia dan Arab Saudi Tandatangani Pilot Project 

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:23 WIB
Menaker Ida Fauziyah (kanan).
Menaker Ida Fauziyah (kanan).
 
 
SUARAKARYA.ID: Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK), Indonesia dan Arab Saudi sepakati Technical Arrangements, yang berfungsi sebagai pengaturan teknis pilot project, secara terbatas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
 
Melalui kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal, terdapat 6 jabatan yang dapat ditempati oleh PMI di Arab Saudi
 
Menteri Ketenagakerjaan, (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, melalui Sistem Penempatan Satu Kanal sejatinya Technical Arrangements SPSK secara terbatas bagi PMI di Arab Saudi sudah ditandatangani sejak 11 Oktober 2018. 
 
Namun, karena adanya sejumlah kendala salah satunya pandemi Covid-19, Technical Arrangement SPSK ini telah habis masa berlakunya sebelum terimplementasi secara penuh. 
 
 
"Karena itu, Indonesia telah mengusulkan beberapa revisi atau perubahan ketentuan dalam naskah Technical Arrangements dan Lampirannya," terang Menaker, usai menyaksikan penandatanganan Joint Statement dan Record of Discussion One Channel System for limited Placement for Indonesian Migrant Workers in the Kingdom of Saudi Arabia, di Badung, Bali, Kamis (11/8/2022). 
 
Utamanya, lanjut dia, tevisi ketentuan durasi masa berlaku dan area pelaksanaan kerja sama, serta naskah Lampiran Standar Perjanjian Kerja dan Indikator Kinerja Utama. 
 
Dia menjelaskan, sesuai kesepakatan di dalam Technical Arrangement, terdapat 6 jabatan yang dapat ditempati PMI. Yaitu Housekeeper, Babysitter, Family Cook, Elderly Caretaker, Family Driver, serta Child Care. 
 
 
Sementara area penempatan akan dilaksanakan di Mecca, Jeddah, Riyadh, Medina, Dammam, Dhahran, serta Khobar. 
 
Menaker menilai, penempatan melalui SPSK akan lebih mudah dan aman bagi PMI. Karena mengintegrasikan sistem informasi pasar kerja kedua negara, yaitu SIAP KERJA (Indonesia) dan MUSANED (sistem informasi pasar kerja Arab Saudi). 
 
"Berkenaan dengan kesiapan sistem IT, Pemerintah Arab Saudi telah melakukan pengembangan/ pembaruan pada sistem MUSANED. Pihak Indonesia harus melakukan penyesuaian agar titik-titik integrasi antara MUSANED dengan SIAP KERJA dapat diakses," jelasnya. 
 
 
Selain mengintegrasikan sistem informasi pasar kerja, kedua negara juga menyepakati pembentukan Joint Task Force (Satuan Tugas Gabungan) yang terdiri dari pejabat terkait dari kedua Pemerintah. 
 
"Joint Task Force ini akan mengevaluasi, memantau, dan membahas segala hal, yang timbul dari pelaksanaan pilot project. Mereka akan bertemu setiap tiga bulan dan/atau berkomunikasi setiap saat jika dianggap perlu," ungkap Menaker. *** 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB

Menaker Tinjau Penerima BSU di Sejumlah Tempat 

Rabu, 28 September 2022 | 06:33 WIB
X