• Senin, 26 September 2022

Kesadaran Masyarakat Nusantara Akan Kelestarian Lingkungan Sangat Tinggi

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:38 WIB
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek  Hilmar Farid dan Juru Bicara  G20  Maudy Ayunda dalam diskusi  wibinar, Kamis (11/8/2022).
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dan Juru Bicara G20 Maudy Ayunda dalam diskusi wibinar, Kamis (11/8/2022).



SUARAKARYA.ID: Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menyampaikan, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dalam budaya masyarakat Indonesia sangat tinggi.

Kesadaran itu terlihat dalam berbagai tradisi dan filosofi hidup sehari-hari.

Demikian disampaikan Hilmar selaku Koordinator Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 dalam diskusi online bertema "Kebudayaan untuk Bumi Lestari” yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Kamis, (11/8/22).

Baca Juga: Diskusi FMB 9, Kendala Dan Peluang Menyejahterakan Jawa Barat

"Kurang lebih filosofinya gini deh. Mengambil itu secukupnya. Dengan begitu kita bisa menjaga kelestarian tapi orang nggak kurang makan gitu," kata Hilmar.

Menariknya, Hilmar menjelaskan, praktek-praktek seperti ini tidak hanya ada di Indonesia tapi juga di berbagai negara-negara lain di dunia.

Hilmar menegaskan filosofi atau cara hidup yang bersumber dari lokal wisdom ini bertebaran di mana-mana.

Baca Juga: Kominfo Beri Pemahaman Penerapkan Etika, Literasi Digital Penting Bagi Masyarakat


"Bahkan kita lihat, bukan hanya dipraktekan di pedesaaan, tapi juga di perkotaan dengan menerapkan sistem pertanian urban farming dan sebagainya," katanya.

Maka dari itu lanjutnya, menangkap moment Indonesia presidensi G20, Kemendikbud Ristek mengambil inisiatif berupaya melakukan langkah konsolidasi melalui SOM G20 Culture.

Tujuannya untuk menciptakan platform agar praktek-praktek ini bisa mendapat dukungan secara global.

"Kemudian persoalan kedua yang muncul dalam SOM G20 ini harus ada skema pembiyaan. Sehingga apa, praktek-praktek yang bagus itu bisa dipertemukan dalam satu skema pendanaan. Sehingga dia kemudian betul-betul menjadi gerakan yang solid gitu," ujarnya.

 

Baca Juga: Tips dan Trik Cara Membuat Konten yang Menarik ala Kominfo
"Itu sebetulnya inti pertemuan ya di SOM G20 ini. Jadi kesepakatan mengenai dua hal. Kalo yang pertama semua kayaknya setuju. Harus ada perubahan dalam cara kita hidup," ucapnya menambahkan.

Namun saat ini tantangannya, Hilmar menambahkan, adalah soal mempertajam pembahasan terkait mekanisme dan skema pembiayaan dari global fund terhadap praktek-praktek atau filosofi hidup itu agar berjalan efektif.

"Tinggal sekarang tantangan kita masih diskusi bagaimana mekanismenya. Sebab, yang namanya global fund ini untuk membiayai semua praktek-praktek  agar bisa berjalan dengan efektif," ucapnya.

Baca Juga: Marak Pinjol Ilegal, Kominfo Tingkatkan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Tentang Produk Keuangan Digital

Anak Muda Jadi Gerakan Pada forum yang sama, Maudy Ayunda selaku Tim Juru Bicara G20 mengatakan, hampir 50 persen penduduk Indonesia merupakan anak-anak muda.

Dari total tersebut, hampir 80 persen memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan perubahan iklim.

Menurut Maudy, dengan total populasi yang besar dan kepedulian yang tinggi terhadap perubahan iklim dan kelestarian lingkungan, anak muda dapat menjadi motor dalam gerakan ini.

"Saya melihat generasi muda itu bisa menjadi motor yang sangat kencang gitu ya dalam gerakan ini," ujarnya di sela-sela mengajukan pertanyaan pada Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid.

Baca Juga: Menteri Johnny: Kominfo Ajak Semua Pihak Jaga Ruang Digital

Akhir-akhir ini, Maudy bercerita, dirinya aktif di beberapa gerakan terkait perubahan iklim dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, banyak cara dan jalur agar generasi muda dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah perubahaan iklim dan ikut andil dalam melestarikan lingkungan.

Sebagai informasi, guna mengangkat semangat dan kebanggaan atas kekayaan budaya serta tantangannya, Kemendikbudristek telah melaksanakan pertemuan pertama pejabat tinggi G20 di bidang kebudayaan atau SOM G20 Culture pada 22 April 2022.

Sedikitnya ada 5 isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya mengenai peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerima BSU, Menaker Tinjau Langsung di Tiga Wilayah

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB

Petani Organik adalah Pahlawan Kemanusiaan

Selasa, 20 September 2022 | 15:57 WIB
X