• Kamis, 8 Desember 2022

Jaksa Agung Minta Jaksa Menyeimbangkan Kecerdasan Dengan Hati Nurani Keadilan

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:46 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin
Jaksa Agung ST Burhanuddin

Dia juga mengingatkan bahwa sekarang ini adalah era revolusi digital dan teknologi yang telah mempengaruhi sistem pelaksanaan tugas dan fungsi sorang jaksa, dimana cara bekerja sudah sarat dengan penggunaan sarana teknologi digital. Sejak penerimaan berkas sampai pada akhir penyelesaian berkas, sehingga peserta harus mampu meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi dan informasi digital. “Saya instruksikan kepada para penyelenggara agar memastikan para siswa memperoleh pengetahuan yang up to date, yang diperkaya dengan keilmuan dan pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga materi pembelajaran dan diskusi yang berkembang di kelas menjadi aktual dan diharapkan peserta mampu menjawab problematika hukum yang tengah terjadi saat ini,” tuturnya.

Baca Juga: Jaksa Agung ST Burhanuddin: Jangan Nodai Kepercayaan Masyarakat

Jaksa-Agung">Jaksa Agung minta pihak Diklat agar memastikan kelulusan hanya diberikan kepada peserta yang memenuhi standar kualifikasi yang telah ditetapkan oleh Badiklat, karena kualitas wajib diutamakan dalam setiap pendidikan dan pelatihan di Badiklat. “Maka kita tidak boleh lagi bermain-main dengan kualitas anak didik,” ujarnya.

Setelah menjadi jaksa di mana pun bertugas, Jaksa-Agung">Jaksa Agung ST Burhanuddin setiap jaksa yang juga Aparat Penegak Hukum (APH) dituntut memiliki sense of crisis atau sensitivitas tinggi terhadap lingkungan sekitar, sehingga pelaksanaan penegakan hukum yang dilakukan kelak tidak hanya memberikan kepastian hukum saja, melainkan juga mampu menghadirkan keadilan substansial dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, perkembangan dinamika penegakan hukum saat ini telah menggeser orientasi penegakan hukum yang semula bersifat retributif ke arah restoratif dan rehabilitatif. Oleh karena itu, kebijakan Restorative Justice (RJ) merupakan suatu terobosan hukum yang bersifat progresif sebagai salah satu alternatif penyelesaian perkara.

Baca Juga: Jaksa Agung Perintahkan Kejari Bangka Usut Dugaan Kegiatan Pertambangan Ilegal

“Untuk itu, saya instruksikan kepada jajaran Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) agar materi RJ diberikan secara khusus dan mendalam kepada para siswa sehingga mereka dapat memahami RJ mulai dari tataran falsafah, konsep maupun praktiknya sehingga manakala mereka kelak menjadi Jaksa, mereka dapat menerapkan RJ secara benar dan tepat, mengingat RJ yang dimiliki oleh Kejaksaan memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri yang tidak sama dengan konsep RJ secara umum dalam teori dan doktrin,” tuturnya.

Pendekatan RJ yang dilaksanakan Kejaksaan merupakan hasil adaptasi dari rasa keadilan masyarakat dan nilai-nilai luhur pancasila yang berupaya mewujudkan keseimbangan antara kepentingan pemulihan keadilan dan hak korban, pertimbangan motif dan kondisi tertentu pelaku serta nilai dan keinginan masyarakat. “Sebagai penerus tongkat estafet Kejaksaan, saya minta untuk dapat meningkatkan kualitas guna menjadi role model penegakan hukum,” kata Burhanuddin.***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X