• Rabu, 28 September 2022

Jaksa Agung Minta Jaksa Menyeimbangkan Kecerdasan Dengan Hati Nurani Keadilan

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:46 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin
Jaksa Agung ST Burhanuddin

 

SUARAKARYA.ID: Kepercayaan publik sudah di tangan tetapi Jaksa-Agung">Jaksa Agung ST Burhanuddin masih terus berusaha meningkatkan performa Kejaksaan Agung dan personilnya sedemikian rupa. Dia menegaskan jaksa yang ideal adalah jaksa yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan dengan hati nurani keadilan.

Dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXIX (79) Gelombang II Tahun 2022, Burhanuddin menyebutkan diklat yang akan ditempuh oleh peserta adalah pondasi pertama dan utama sebagai jaksa. “Dalam kegiatan diklat ini saudara akan ditempa dan dibentuk keilmuan dan karakternya dengan harapan agar menjadi jaksa yang ideal, yaitu jaksa yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan dengan hati nuraninya,” harapnya di Badiklat Kejaksaan RI, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, PPPJ merupakan suatu proses metamorfosa pegawai Kejaksaan, dari seorang staff tata usaha menjadi seorang pejabat fungsional Jaksa. “Perubahan ini tentu sangat signifikan, baik dari segi kewenangan, hak dan kewajiban, serta perilaku hidupnya,” ujarnya kemudian mengatakan, perubahan kedudukan tersebut harus diimbangi dengan perubahan mental, pola pikir, dan pola kerja yang berorientasi pada integritas dan profesionalitas sehingga mampu mengeliminir penyalahgunaan kewenangan dalam bertugas.

Baca Juga: Jaksa Agung Ingatkan Adanya Ketimpangan Kinerja di Pusat dan Daerah

Diklat PPPJ, kata Jaksa-Agung">Jaksa Agung, sejatinya bukan hanya sekedar mendidik dan melatih para peserta dari segi ilmu pengetahuan hukum saja. Tetapi lebih dari itu, PPPJ juga sekaligus membentuk karakter, moralitas dan integritas seorang calon jaksa. “Agar dapat menjadi jaksa yang seutuhnya, untuk dapat menjalankan tugas, fungsi dan wewenang secara profesional yang didasarkan pada nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa suatu doktrin yang harus selalu melekat di sanubari setiap insan Adhyaksa,” tuturnya.

Dia mengingatkan peserta harus menyadari bahwa seorang jaksa adalah penegak hukum yang memiliki tugas dan tanggungjawab yang berat dengan kompleksitas tinggi. Selain sebagai penuntut umum yang merupakan tugas pokonya, dia juga harus mampu mengemban tugas lainnya sebagai penyidik, Jaksa Pengacara Negara (JPN), sekaligus melaksanakan fungsi intelijen. “Peserta harus memahami betul tanggung jawab dan konsekuensi yang melekat pada diri seorang jaksa. Sebagai aparat penegak hukum, Jaksa terikat dengan kode etik perilaku Jaksa yang mengatur tentang kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi,” ujarnya.

Baca Juga: Jaksa Agung Rotasi Ratusan Pejabat di Kejaksaan Agung dengan Jajarannya

Oleh karena itu, peserta sebagai calon jaksa harus mempelajari dan memahami ketentuan yang tercantum dalam kode etik perilaku Jaksa tersebut. “Agar nantinya gerak langkah saudara apabila telah dilantik sebagai jaksa selalu sejalan dengan norma perilaku jaksa,” katanya mengingatkan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menaker Tinjau Penerima BSU di Sejumlah Tempat 

Rabu, 28 September 2022 | 06:33 WIB

Suharso Monoarfa Mendapat Tugas Baru dari Presiden

Selasa, 27 September 2022 | 11:25 WIB
X