• Rabu, 5 Oktober 2022

Kajati DKI Minta Jaksa di Wilayah Hukumnya Serius, Cermat dan Profesional Tangani Kasus Ferdy Sambo

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:39 WIB
Ferdy Sambo dan Brigadir Yoshua
Ferdy Sambo dan Brigadir Yoshua

 

SUARAKARYA.ID: Penegak hukum benar-benar fokus penanganan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Tidak hanya penyidik Bareskrim Polri juga nantinya yang selanjutnya menangani kasus yang viral begitu lama itu.

Terbukti, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Reda Manthovani juga meminta jajaran jaksa di Pidana Umum (Pidum) Kejati DKI  serius tangani berkas perkara kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang diduga melibatkan mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo dengan kawan-kawan.

Setelah selesai penyidikan pihak Bareskrim Mabes Polri bakal segera melimpahkan berkas perkara tersebut kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) yang selanjutnya akan diserahkan melalui Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Untuk itu, Reda Mathovani meminta para jaksa serius, cermat dan profesional menanganinya. Terlebih di Kejati DKI dan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) yang sudah biasa menangani kasus-kasus besar, baik yang sulit pembuktiannya maupun yang rawan di intervensi.

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir Joshua, Timsus Alami Kesulitan Hingga Dapat Informasi Intelkam Polri

“Saya minta kepada para jaksa untuk menanganinya dengan lebih serius, terlebih di Kejati DKI dan jajaran Kejari-nya yang sudah biasa menangani kasus-kasus besar baik yang sulit pembuktiannya maupun yang rawan di intervensi,” kata Reda, Kamis (11/8/2022) di Jakarta.

Reda Manthovani pun berkeyakinan penanganan perkara hingga proses hukum persidangan akan berjalan lancar. “Semua akan berjalan lancar dan dimudahkan proses persidangannya,” harap Reda.

Menkopolhukam Mahfud MD sebelumnya meminta agar perkara dugaan pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J ditangani secara sungguh-sungguh oleh pihak Kejaksaan. “Kejaksaan harus benar-benar profesional dengan konstruksi hukum yang kuat. Agar masyarakat dapat memahami kasus ini,” pinta Mahfud MD.

Untuk penanganan lanjutan kasus itu, Kejaksaan Agung tepatnya Jampidum seyogyanya sudah mendapat pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan tersangka Irjen FS,  Bripka Ricky Rizal serta Kuat. Hal itu diungkapkan Jampidum Fadil Zumhana, Rabu (10/8/2022). “Sampai saat ini SPDP belum ada, kita tunggu proses penyidikan,” katanya.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasad Ziarah ke Makam Tokoh Nasional di TMPN Kalibata

Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:47 WIB

Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Minta Maaf

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:31 WIB
X