• Sabtu, 1 Oktober 2022

Perusahaan Start-Up di Indonesia Berkembang Pesat

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:35 WIB
Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mengatakan hal itu dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Perkembangan Ekosistem Startup di Indonesia.
Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mengatakan hal itu dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Perkembangan Ekosistem Startup di Indonesia.

SUARAKARYA.ID: Perusahaan rintisan atau start-up di Indonesia berkembang pesat menjadi unicorn karena didukung pasar yang luas dan pengguna internet yang terus meningkat signifikan menjadikan Indonesia ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mengatakan hal itu dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Perkembangan Ekosistem Startup di Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (10/8).

Selain Meutya Hafid, webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dan COO Risola.id, Sharima Aini sebagai narasumber.

Baca Juga: Ketua Umum Airlangga Hartarto Tegaskan Golkar Partai Pemenang Terbanyak Ingin Pemilu 2024 Jujur Adil

Menurut Meutya Hafid, adanya dukungan populasi pasar yang besar dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, menjadikan empat pelaku bisnis start-up di Indonesia menjadi unicorn, yakni GoJek, Tokopedia, Traveloka, dan BukaLapak.

"Dari data Cento Ventures, Indonesia bersaing dengan Singapura sebagai penerima investasi startup terbesar sepanjang 2021 dengan nilai investasi mencapai Rp 85,8 triliun," kata Meutya Hafid.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan tren positif perkembangan ekonomi digital ini sejalan dengan perkembangan investasi.

Baca Juga: KAI Mulai Persiapkan Kelengkapan Depo di Bekasi untuk Dukung Keandalan Sarana LRT Jabodebek

Bahkan dari sejumlah hasil studi seperti Google, Temasek dan Bain and Company pada tahun 2021, menunjukkan bahwa nilai investasi ekonomi digital Indonesia sepanjang Q1-2021 mencapai USD 4,7 milyar dan telah melampaui nilai tertinggi selama empat tahun terakhir.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB

Ini Cara Mempersiapkan Rencana Keuangan Untuk Masa Senja

Jumat, 30 September 2022 | 18:17 WIB

Kekejaman OPM Luar Biasa Tangkap dan Adili

Jumat, 30 September 2022 | 10:06 WIB
X