• Senin, 3 Oktober 2022

Kasus Pemaksaan Jilbab Di Sekolah Marak, Berikut Tanggapan Komnas Perempuan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:31 WIB
Diskusi publik secara virtual menghadirkan  pakar dari Komnas Perempuan, di Jakarta, beberapa  waktu lalu. (Yon Parjiyono)
Diskusi publik secara virtual menghadirkan pakar dari Komnas Perempuan, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Yon Parjiyono)

 


SUARAKARYA.ID: Belakangan viral kasus pemaksaan jilbab di SMA Negeri di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kasus ini mencuat dan jadi sorotan publik setelah seorang siswi mengaku dipaksa guru bimbingan konseling.

Dalam pengakuannya, pemaksaan itu terjadi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Imbas dari pemaksaan jilbab, ia pun mengalami depresi hingga ingin pindah ke sekolah lain.

 

Baca Juga: Wapres Jusuf Kalla Singgung Soal Perda Syariah

Kasus pemaksaan jilbab di sekolah negeri bukan yang pertama. Pada Januari 2021 lalu, di Sumatera Barat terjadi kasus serupa. Puluhan siswi non muslim, dipaksa menggunakan jilbab di institusi pendidikan.

Menurut Dahlia Madanih, Koordinator Gugus Kerja Perempuan dan Kebhinnekaan Komnas Perempuan, kasus pemaksaan jilbab di sekolah negeri merupakan tindakan diskriminatif.

Sekolah negeri, yang dibiayai oleh negera seyogianya mencabut undang-undang, peraturan kebijakan, dan praktek yang mengandung diskriminasi terhadap perempuan.

 

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RBPI, Wadah Sejahterakan Pengemudi Indonesia

Senin, 3 Oktober 2022 | 03:50 WIB

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB
X