• Sabtu, 1 Oktober 2022

Mahfud MD Pastikan Pemerintah Kawal Terus Kasus Tewasnya Brigadir Yoshua Sampai Pengadilan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:18 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD

 

SUARAKARYA.ID: Menkopolhukam Mahfud MD memastikan bahwa pemerintah bakal mengawal kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J mulai dari penyidikan saat masuk ke tahap penuntutan oleh Kejaksaan untuk seterusnya dibawa ke pengadilan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meminta Kejaksaan meniru semangat Polri  dalam menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J. “Kita semua akan mengawasi Kejaksaan sekarang dan mendorong agar punya semangat yang sama dengan Polri membuktikan hasil penyidikan. Kejaksaan harus benar-benar profesional menangani kasus ini dengan konstruksi hukum yang kuat agar mudah bagi pengadilan dan masyarakat memahami kasus ini sebagai penegakan hukum yang sesungguhnya,” kata Mahfud MD, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Rita KK Puji Polisi Dapat Bongkar Kasus Besar Perbankan Di BOII

Ahli hukum tata Nnegara itu sebelumnya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penanganan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang dilakukan secara transparan dan terang benderang. Mahfud MD menilai semangat Polri bisa ditiru penegak hukum lain.

Mahfud MD awalnya menyebut Polri telah melakukan penyelidikan secara terbuka. Dia juga menilai Polri melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu dalam kasus ini. “Sikap responsibilitas Polri dan transparansi, itu artinya terbuka. Bisa dilihat kerjanya, main mata atau tidak. Yang berkeadilan dan berkebenaran itu tanpa pandang bulu, jenderal atau kopral, apapun itu, brigadir dan sebagainya ditindak secara proporsional,” ujarnya.

Brigadir Yoshua diduga tewas ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/72022). Kini terdapat beberapa tersangka dalam kasus ini, termasuk Bharada Eliezer dan Irjen Ferdy Sambo.

Dia menyebut Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E bisa saja bebas dari tuntutan pidana jika terbukti diperintah melakukan penembakan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Karena itu, Mahfud MD berharap Bharada E memberikan kesaksian secara utuh di pengadilan. “Mungkin saja kalau dia (Bharada E) diperintah, bisa saja bebas,” katanya.

Baca Juga: Gelar Pra-rekonstruksi, Polri Berkomitmen Kasus Polisi Tembak Polisi Dibuka Sejelas-jelasnya

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB

Ini Cara Mempersiapkan Rencana Keuangan Untuk Masa Senja

Jumat, 30 September 2022 | 18:17 WIB

Kekejaman OPM Luar Biasa Tangkap dan Adili

Jumat, 30 September 2022 | 10:06 WIB
X