• Senin, 3 Oktober 2022

Diskar PB Perlu Tambah Pelatihan Warga Terkait Tanggap Bencana

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:53 WIB
Komisi A DPRD Kota Bandung mengevaluasi kinerja Triwulan II Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi A DPRD Kota Bandung, pada kemarin ini. Marhan/Humpro DPRD Kota Bandung.
Komisi A DPRD Kota Bandung mengevaluasi kinerja Triwulan II Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi A DPRD Kota Bandung, pada kemarin ini. Marhan/Humpro DPRD Kota Bandung.

SUARAKARYA.ID: Komisi A DPRD Kota Bandung mengapresiasi atas kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung dalam mengedukasi masyarakat dalam menanggulangi bencana.

"Apresiasi untuk Diskar PB, bahwa ini pejuang-pejuang tanggung Kota Bandung. Dan terkait keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana terus digalakkan. Caranya diedukasi masyarakatnya, contoh menanggulangi kebakaran di menit-menit pertama bagaimana, peran masyarakat dalam pertolongan pertama pada bencana kebakaran. Maka perlu pelatihan-pelatihan di setiap kelurahan, termasuk diajarkan bagaimana pemakaian alat-alat kebakaran," ujar Anggota Komisi A, Aan Andi Purnama  dalam keterangan,Selasa (9/8/2022).

Aan melanjutkan, Diskar PB juga perlu menyosialisasikan peta bencana di Kota Bandung.

Baca Juga: Achmad Nugraha: Layanan Dasar Pendidikan dan Kesehatan Adalah Hak Warga

"Kedua, selalu mengecek fasilitas alat-alat kebakaran di setiap gedung. Terakhir, edukasi juga kepada masyarakat terkait kebencanaan sejak dini, termasuk sosialisasi Sesar Lembang. Potensi-potensi bencana di Kota Bandung dipetakan dan disosialisasikan. Agar terciptanya reflek terhadap bencana, apa yang harus dilakukan jika bencana datang," kata Aan.

Selain itu, Anggota Komisi A lainnya, Agus Andi, memberikan beberapa pesan yang menurutnya sebagai bahan pengingat agar Diskar PB terus lebih baik lagi.

"Saya juga ada beberapa pesan yang mungkin ini bisa jadi pengingat, agar Diskar PB lebih baik lagi. Diskar PB ini harus ada alat ukur SDM, karena dengan ini penanganan antisipasi ini akan mempermudah urusan. Pertama sikap petugas, jadi kualitas pelayanan yang bisa memuaskan masyarakat. Selain sigap cepat tanggap, juga harus selalu humanis. Kedua, dimensi mengukur pelayanan ke masyarakat. Ini saya yakin sudah dilakukan. Mengenai pelayanan yang mudah dan tidak berbelit-belit, misal masalah prosedur," kata Agus.

Ketiga, menurut Agus, Diskar PB harus terus mengoptimalkan terkait waktu. Menurutnya waktu adalah dimensi alat ukur pelayanan. Keempat, mengenai fasilitas yang perlu terus difasilitasi dengan optimal, dan kelima, optimalisasi pelayanan untuk kesesuaian pelayanan jasa. Menurut Agus jika semua baik, IKM akan tercapai.

Baca Juga: Yudi Cahyadi Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ridwan Kamil Jalan Kaki Bersama Warga Bogor

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:30 WIB

Ini Cara Mempersiapkan Rencana Keuangan Untuk Masa Senja

Jumat, 30 September 2022 | 18:17 WIB

Bank bjb Tandatangani Pakta Integritas dengan BPDPKS

Kamis, 29 September 2022 | 12:29 WIB
X