• Rabu, 5 Oktober 2022

Ikrar Setia Pada NKRI dan Pancasila, 15 Anggota Jamaah Islamiyah Cium Merah Putih

- Senin, 8 Agustus 2022 | 22:58 WIB
Anggota Jamaah Islamiah ucapkan janji setia pada Pancasila dan NKRI  (Humas Polda Jatim )
Anggota Jamaah Islamiah ucapkan janji setia pada Pancasila dan NKRI (Humas Polda Jatim )

SUARAKARYA.ID : Sedikitnya 15 Anggota Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur kembali dipelukan NKRI dengan melakukan Ikrar kesetiaan kepada NKRI dan Pancasila. Mereka juga mencabut Bai'at anggota Jamaah Islamiyah (JI). Kegiatan ini berlangsung di gedung Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan no.110 Bubutan, Surabaya, Senin (8/8/2022).

Ikrar ini secara langsung disaksikan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, didampingi Pejabat utama Jatim">Polda Jatim, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Piek Budyakto , Direktur Indentifikasi dan sosialisasi Densus 88 Polri Brigjen Arif Makhfudiharto, Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim, Wakajati Jatim, Kepala Bagian Operasional Binda Jatim, serta dari Kementerian Agama, MUI Jatim.

Baca Juga: Strategi Menangkal Teroris Terus Digelar Pemerintah

Dalam kesempatan ini, Direktur Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88 Antiteror Brigjen Arif Makhfudiharto menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan jajarannya, yang telah membantu dan mendukung kegiatan tersebut, sehingga kegiatan Ikrar Setia NKRI terhadap anggota JI Jawa Timur berjalan dengan baik.

"Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pembinaan dan pendampingan terhadap Jamaah Islamiyah. Untuk prosesnya kita lakukan asesmen bersama dengan sikologi Universitas Brawijaya, untuk melakukan pendampingan terhadap saudara kita 15 orang ini dalam jangka waktu 6 bulan untuk bisa secara sadar mereka mencabut bai'at kesetiaan anggota jama'ah Islamiyah untuk ikrar setia terhadap NKRI dan Pancasila," tandasnya Diridensos Densus 88 AT.

Baca Juga: Kelompok Teroris JI Gunakan Bunker Untuk Simpan Persenjataan

"Kedepan pendampingannya, mereka dianggap sebagai masyarakat yang bebas, yang mentaati semua aturan-aturan di negara kita dan pastinya mengakui kebhinekaan tunggal ika," imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, bahwa terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah menimbulkan korban dan kerusakan, sehingga memerlukan upaya pencegahan dan penegakan hukum.

Sedangkan upaya pencegahan yang dilakukan salah satunya adalah melalui upaya kontra radikal terhadap seluruh warga masyarakat yang salah satunya adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

"Ikrar yang dilaksanakan saat ini merupakan momentum untuk mendukung seluruh tekad, komitmen, serta usaha pemerintah, penegak hukum dan stake holeder terkait, serta seluruh elemen masyarakat dalam berkomunikasi, koordinasi dan kolaborasi, untuk bersinergi memerangi bahaya radikalisme dan fanatisme kelompok yang mengatas namakan agama, dengan segala akibat yang ditimbulkannya," jelasnya Wakapolda Jatim.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Minta Maaf

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:31 WIB

RBPI, Wadah Sejahterakan Pengemudi Indonesia

Senin, 3 Oktober 2022 | 03:50 WIB
X