• Sabtu, 20 Agustus 2022

Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Pakai 'Data Spesial' Untuk Pertajam Pengentasan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:17 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy.
Menko PMK Muhadjir Effendy.
 
 
SUARAKARYA.ID: Untuk mempercepat penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia, Pemerintah terus berupaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki tingkat akurasi data

Untuk menghapuskan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia, pemerintah saat ini, telah merancang data spesial

Data spesial ini untuk  meningkatkan ketepatan sasaran, jangkauan intervensi pemerintah dalam menangani Kemiskinan Ekstrem  di Indonesia. 
 
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, data spesial yang dimaksud adalah Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). 
 
"Kita menggunakan data spesifik, data spesial. Namanya data P3KE. Ini adalah data final dari triangulasi pemutakhiran melalui penshahihan dari data yang telah ada," ujar Menko PMK
 
Hal itu dikemukakan, usai Rapat membahas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, di Istana Wapres Jakarta, pada Rabu (3/8/2022). 
 
 
Menko PMK menjelaskan, data P3KE bersumber dari pendataan BKKBN, yang telah diperingkat kesejahteraannya. Dan, terbuka untuk diharmonisasikan dengan data program dari Kementerian/ Lembaga maupun pemerintah daerah. 
 
Data P3KE ditujukan untuk melengkapi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, dan meningkatkan akurasi penyasaran program kemiskinan. Khususnya, untuk menjangkau keluarga miskin ekstrem, yang belum mendapat program atau yang disebut dengan _exclusion error._
 
"Ini kita kompilasikan, cross di situ untuk memastikan siapa yang benar-benar menjadi kelompok sasaran _'by name by address'," ujarnya. 
 
 
Menko PMK mengatakan, dengan adanya data P3KE, diharapkan penyaluran intervensi bantuan dari pemerintah, dapat menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, yang tidak terdata di data kependudukan, serta lebih tepat sasaran. 
 
"Dengan adamya  Data P3KE ini kesempatan untuk mengekseskusi mereka yang miskin ekstrem, yang tidak memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan), dan yang selama ini tidak dapat bansos kita pastikan dapat bansos," terangnya.***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Akan Dianugerahi Maritime Award 2022

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 13:11 WIB
X