• Selasa, 9 Agustus 2022

Menkopolhukam Mahfud MD Minta Masyarakat Sabar Tunggu Kemajuan Bagus Penanganan Kasus Brigadir J

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:06 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD

SUARAKARYA.ID: Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J bukan kriminal biasa. Maka pengungkapan dan penuntasan baku tembak yang melibatkan dua ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo itu butuh kesabaran.

"Saya katakan, kasus ini tidak sama dengan kriminal biasa, harus bersabar karena ada psiko hierarkial, ada juga psiko politisnya, kendati sesungguhnya secara teknis penyidikan itu sebenarnya gampang," ujar Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

“Kita semua harus sabar tetapi. Ada juga kemajuan-kemajuan yang bagus," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. Kemajuan dimasud berupa tindak tegas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yakni  pembentukan tim khusus, penonaktifan Kadiv Propam, hingga otopsi ulang. Dengan tindakan Kapolri, katanya, masyarakat tinggal mengawal dan menunggu karena Kapolri sudah melakukan langkah-langkah terbuka. "Tinggal nanti pada akhirnya kita kawal semua," tuturnya.

Baca Juga: Kasus Tewasnya Brigadir J, Tim Khusus Polri dan Kabareskrim Turun Langsung di TKP

Mahfud MD juga mengaku telah memegang catatan dari berbagai pihak seperti intelijen, Kompolnas, purnawirawan polisi hingga Komnas HAM.  "Saya punya catatan lengkap, dari keluarga ada, dari intelijen ada, dari purnawirawan polisi ada, dari Kompolnas ada, dari Komnas HAM ada, dari LPSK ada, dari sumber-sumber perorangan di Densus di BNPT," ujarnya. Namun diisyaratkan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Kepolisian. Posisinya sebagai pembantu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawal dari sisi pelaksanaan kebijakan negara semata. "Arahan Presiden itu cukup sudah, utuk benar, untuk dibuka dan untuk penyidikan, Menkopolhukam tidak masuk ke proyustisia. Tapi mengawal pelaksanaannya dari sudut pelaksanaan kebijakan negara," jelasnya.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku pula selalu melaporkan pemeriksaan kasus kematian Brigadir J kepada Presiden Jokowi sebagai koordinasi yang sepatutnya dilakukan karena dalam beberapa kesempatan Jokowi selalu mengingatkan tentang transparansi dalam pengungkapan kasus tersebut. “Saya katakan nggak usah berdebat metode. Ngapain memperdebatkan metode? Masing-masing pihak punya metode sendiri. Timsus punya metode, penyidik bisa punya metode, nanti kita kroscek masing-masing punya metode sendiri," katanya di Kantor Komnas HAM, Rabu (3/8/2022).

Lagi pula, katanya, mereka punya kerja sama. “Saya bisa ketemu sama timsus sama penyidik, semua itu koordinasinya ke Istana. Jelas apa arahan Bapak Presiden," tuturnya.

Baca Juga: Menkopolhukam Persilakan Dibuka Hasil Otopsi Jenazah Brigadir J ke Publik

Taufan menerangkan setiap hasil pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti hingga tahapan lainnya selalu disampaikan kepada ke Istana. Dia menjelaskan tujuan dari follow up tersebut sebagai komitmen agar kasus yang ditangani dapat dilakukan secara transparan. "Saya ketemu dengan Pak Mahfud, koordinasi dengan beliau. Kalau ada apa-apa di sini saya akan bilang ke Pak Mahfud. Sesuai arahan presiden harus dibuka seterang-terangnya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yudi Cahyadi Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:24 WIB

Pesan Ganjar Pranowo Untuk Mahasiswa Baru UGM

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:06 WIB
X