• Sabtu, 20 Agustus 2022

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Landasan Kecakapan Digital dalam Kehidupan Berbudaya dan Bernegara

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:38 WIB
Webinar literasi digital 2022 yang diadakan Rabu (3/8/2022), menyoroti peran Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (Ist)
Webinar literasi digital 2022 yang diadakan Rabu (3/8/2022), menyoroti peran Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (Ist)

SUARAKARYA.ID: Budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari−hari.

Menurut pakar komunikasi, Reiza Praselanova, SKom, MIKom, CHt, CI, NP, nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika bisa diterapkan pada ruang digital.

“Sila Pertama, nilai utamanya adalah cinta kasih, saling menghormati perbedaan kepercayaan di ruang digital. Sila Kedua, nilai utamanya adalah kesetaraan, memperlakukan orang lain dengan adil dan manusiawi di ruang digital. Sila Ketiga, nilai utamanya adalah harmoni, mengutamakan kepentingan Indonesia di atas kepentingan pribadi atau golongan di ruang digital. Sila Keempat, nilai utamanya adalah demokratis, memberi kesempatan setiap orang untuk bebas berekspresi, dan berpendapat di ruang digital. Sila Kelima, nilai utamanya adalah gotong royong, bersama-sama membangun ruang digital yang aman dan etis bagi setiap pengguna,” tuturnya dalam webinar literasi digital 2022 yang diadakan Rabu (3/8/2022).

Baca Juga: Simak Dampak Cyber Bullying Bagi Pelaku dan Korban, Begini Cara Menghindarinya

Muhajir selaku narasumber pada acara yang sama juga menyetujui bahwa sahnya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika harus menjadi landasan warga Indonesia dalam menggunakan ruang digital.

“Di jaman yang sudah semakin maju ini, ruang digital khususnya media sosial sudah banyak digunakan oleh masyarakat usia remaja. Hal ini membuat perilaku negatif di dunia digital semakin meningkatkan juga,” tambahnya.

Pancasila dan bhineka tunggal ika harus dijadikan landasan agar para anak remaja yang menggunakan media sosial tidak gampang melakukan hal-hal yang berbentuk negatif.

Baca Juga: Bermain Gim Bisa Jadi Sumber Cuan, Apa Saja Dampak Positif dan Negatifnya?

Di Akhir acara, Reiza menambahkan dengan dilandasi pancasila dan bhineka tunggal ika, setidaknya masyarakat mengetahui akar rumput adat istiadat dan adab asli orang kita sebenarnya seperti apa.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X