• Selasa, 29 November 2022

KPK Dipandang Perlu Segera Minta Keterangan Gubernur Anies Tentang Dugaan Korupsi Formula E

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:20 WIB
Formula E
Formula E

Baca Juga: Presiden Jokowi Nonton Formula E, Ketua Amarta Sebut Indikator Jegal Anies-PuanU

Keenam, Gubernur Anies juga pernah memberi surat kuasa kepada Kadispora, Achmad Firdaus. Surat Kuasa itu tercatat dengan Nomor 747-072.26 tertanggal  21 Agustus 2019 tentang Peminjaman Uang Pembayaran Commitmet Fee Formula E.

Surat Kuasa tersebut dianggap meyalahi aturan lantaran proses  peminjaman dan pencairannya tanpa didasari payung hukum. Perda APBD Perubahan No 5 Tahun 2019 sebagai payung hukum  baru sah menjadi Perda APBD Perubahan pada tanggal 24 September 2019.

Alasan ketujuh yaitu, tentang penjelasan Wakil Ketua KPK Alexandra Marwata.  Diyakini KPK telah mengetahui tentang adanya aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang tidak membolehkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta digunakan untuk kegiatan yang bertujuan bisnis.

 

Baca Juga: Sosialisasi dan Edukasi, Pemprov DKI Jakarta Dukung Subsidi BBM Tepat Sasaran

Alasan kedelapan yakni, KPK telah mengetahui biaya commitment  fee senilai Rp560 miliar itu digunakan untuk tiga kali kegiatan Formula E sampai tahun 2024. Artinya kegiatan ini melewati masa tugas Gubernur Anies yang berakhir pada bulan Oktober 2022.

Selain itu, dana APBD ini juga telah terpakai senilai Rp186,6 untuk satu kali penyelenggaraan Formula E pada 4 Juni 2022.

Dengan demikian, maka seharusnya KPK  juga telah memangil Gubernur Anies Baswedan untuk dimintai keterangan dan klarifikasi.

"Bila KPK tidak meminta keterangan dari Gubernur Anies Baswedan maka ini bisa menjadi sesuatu hal yang aneh bin ajaib. Sebab, KPK telah dua kali memangil Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi," kata Sugiyanto.

Yang pasti KPK belum menghentikan kasus ini. Bila nantinya terbukti terjadi pelanggaran dan kerugian keuangan negara, maka pasti akan segera ditetapkan tersangkanya.

Namun bila sebaliknya, maka kasus ini pasti juga akan dihentikan.

Baca Juga: Targetkan 1000 Ekor Kambing, Baznas (Bazis) DKI Jakarta Mudahkan Masyarakat Berkurban



"Semoga KPK bisa lebih cepat menyelesaikan kasus dugaan korupsi Formula E. Semua hal ini tentu demi keputusan yang berkeadilan dan kebaikan bagi pemprov DKI dan masyarakat Jakarta," ucap SGY lagi. ***¹

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pj Gubernur Heru: Soliditas Tiga Pilar Jaga Kamtibmas

Rabu, 23 November 2022 | 22:09 WIB

Dorong Kesejahteraan Pekerja, DKI Lanjutkan KPJ

Jumat, 18 November 2022 | 16:04 WIB
X