• Minggu, 25 September 2022

Pembukaan ASEAN Para Games, Menaker Berharap ASEAN Jadi Komunitas Inklusif

- Minggu, 31 Juli 2022 | 14:11 WIB
Menaker Ida Fauziyah mendampingi Wapres Ma'ruf Amin, pada pembukaan ASEAN Para Games.
Menaker Ida Fauziyah mendampingi Wapres Ma'ruf Amin, pada pembukaan ASEAN Para Games.
 
 
SUARAKARYA.ID: Menghadiri Pembukaan ASEAN Para Games, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pelaksanaan kompetisi ini menunjukkan Negara-negara ASEAN memiliki komitmen yang sama, dalam menghadirkan kesetaraan. 
 
Menaker hadir mendampingi Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin, pada Pembukaan ASEAN Para Games tersebut, di Stadion Manahan Solo, Surakarta, Sabtu (30/7/2022). 
 
Wapres Ma'ruf Amin,  pada Pembukaan ASEAN Para Games, dalam pidatonya mengatakan, ASEAN Para Games adalah ajang istimewa karena menjadi sumber inspirasi tentang kesetaraan. 
 
 
Dikemukakannya, dalam ajang ini, atlet-atlet para games membuktikan, dorongan untuk meraih cita-cita dan mengukir prestasi, haruslah lebih kuat daripada hambatan yang dihadapi. 
 
"Saya juga berharap, ASEAN Para Games akan menjadikan Komunitas ASEAN semakin inklusif dan tangguh," kata Wapres Ma'ruf Amin. 
 
Senada dengan Wapres, Menaker Ida Fauziyah, usai menghadiri acara pembukaan ASEAN Para Games juga mengatakan,  gelaran olahraga ini diharapkan semakin memperkuat jati diri ASEAN sebagai komunitas yang inklusif. 
 
 
"Karena kesetaraan dan inklusifitas harus hadir, dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk di bidang olahraga," kata Menaker
 
Selain bidang olahraga, dia menilai, isu inklusifitas juga harus dihadirkan di aspek-aspek lainnya, seperti di bidang ketenagakerjaan. 
 
Dia mengatakan, pemerintah telah memiliki komitmen tinggi dalam memberikan keberpihakan, kepada penyandang disabilitas, baik pada sisi regulasi maupun kebijakan. 
 
Bahkan, dari sisi kebijakan, pemerintah juga terus menggaungkan isu pasar kerja inklusif ini, hingga ke forum Employment Working Group (EWG) G20.
 
 
"Kami meyakini, menciptakan pasar inklusif ini harus melibatkan banyak pihak dan banyak negara. Untuk itu, kita dorong isu ini dalam EWG guna menciptakan pasar kerja inklusif yang berlaku kepada siapa saja, serta memberikan afirmasi dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas," tuturnya.*** 
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerima BSU, Menaker Tinjau Langsung di Tiga Wilayah

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB

Petani Organik adalah Pahlawan Kemanusiaan

Selasa, 20 September 2022 | 15:57 WIB

Kemnaker -  PMI Perkuat K3 di Tempat Kerja

Minggu, 18 September 2022 | 19:58 WIB
X