• Jumat, 9 Desember 2022

Menkopolhukam Persilakan Dibuka Hasil Otopsi Jenazah Brigadir J ke Publik

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 20:23 WIB

Menkopolhukam Mahfud MD

 

SUARAKARYA.ID: Menghindari kesimpangsiuran, spekulasi-spekulasi, asumsi, yang bisa bermuara ke fitnah bahkan ancam mengancam terkait hasil otopsi, maka ada sejumlah kalangan menginginkan dibuka transparan dan terang benderang hasil otopsi awal/pertama dan ulangan/kedua.

Pendapat sebagian kalangan bahwa membuka hasil otopsi bertentangan dengan hukum untuk menjawab keinginan berbagai pihak yang menginginkan dibuka hasil otopsi tersebut, ternyata tidak sepenuhnya benar. Keinginan membuka hasil otopsi tersebut sama sekali tidak melanggar atau dilarang undang-undang. Dengan demikian, pendapat yang menyatakan hal itu bertentangan dengan perundangan-undangan dicurigai sebagai bertujuan untuk menutup-tutupi hasil otopsi itu sendiri.

Pendapat atau keinginan untuk dibuka ke public hasil otopsi ternyata pula dinilai sebagian kalangan justru bisa mempercepat penanganan kasus polisi tembak polisi di rumah dinas polisi itu secara terang benderang dan memenuhi rasa keadilan.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Dr H Anwar Husin SH MM Berharap Otopsi Ulang Jawab Pertanyaan Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD pun dengan tegas menyatakan bahwa hasil otopsi ulang jenazah Brigadir J atau Nopriansyah Yoshua Hutabarat dapat dibuka ke publik. “Kalau ada yang mengatakan hasil otopsi itu hanya boleh dibuka atas perintah hakim, menurut saya itu tidak benar, yang benar itu hasil otopsi harus dibuka kalau diminta oleh hakim, tapi kalau tidak diminta, tidak dilarang pula untuk dibuka, jadi boleh dibuka ke publik," tutur Mahfud MD.

Ketentuan hukum yang ada saat ini, katanya, tidak melarang apabila hasil otopsi ingin disampaikan kepada publik, termasuk tak ada aturan yang membatasi agar hasil otopsi hanya bisa dibuka dalam proses persidangan sesuai permintaan hakim. "Dalam hukum itu ada keharusan, ada kebolehan, ada larangan. Hasil otopsi boleh dibuka disiarkan ke publik apalagi yang menarik perhatian umum," kata mantan petinggi pengawal konstitusi itu.

Mahfud MD bahkan mengatakan pembukaan hasil otopsi ulang jenazah Brigadir J penting karena publik maupun pihak keluarga meragukan hasil otopsi pertama/awal. “Benar Kapolri, nanti kalau diminta hakim, hasil otopsi itu disampaikan. Tapi kalau tidak diminta, juga boleh dibuka ke publik. Kapolri sudah mengumumkan itu akan dibuka. Jangan dibalik-balik, dibilang tidak boleh dibuka ke publik, boleh saja buka," pakar hukum tata negara itu menegaskan. Dia juga menyebutkan hasil otopsi bukan bagian dari rekam medis, sehingga tidak menyalahi aturan Undang-Undang Kesehatan untuk dibuka hasilnya.

Baca Juga: Hasil Otopsi Ulang Diharapkan Dapat Mengklarifikasi Proses Penyelidikan dan Penyidikan

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Didirikan Masjid Darurat untuk Korban Gempa Cianjur

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:26 WIB

Edukasi Terkait Ular dan Gigitannya

Kamis, 8 Desember 2022 | 19:39 WIB

DKI Siap Bantu Pembangunan Tambahan Masjid Istiqlal

Kamis, 8 Desember 2022 | 19:38 WIB
X