• Sabtu, 1 Oktober 2022

Presiden Jokowi: Anak Perlu Ditumbuhkan Sebagai Manusia Berjiwa Merdeka

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 22:36 WIB

SUARAKARYA.ID: "Setiap anak punya cita-cita dan impian masa depannya. Kita hanya perlu memastikan anak-anak Indonesia tetap terlindungi, terpenuhi hak-haknya, bergembira, tumbuh sebagai manusia yang berjiwa merdeka, dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa," demikian Presiden Joko Widodo atau Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Sabtu (23/7/2022), dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2022.

Jokowi mengunggah video animasi yang memperlihatkan dirinya tengah bermain layang-layang bersama anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional diselenggarakan berdasarkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 dan dilaksanakan tingkat Pusat dan Daerah serta Perwakilan RI di Luar Negeri sebagai bentuk kepedulian dan perhatian bangsa Indonesia terhadap anak-anak di seluruh Indonesia.

Tentu saja juga bertujuan untuk memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Tidak sedikit pula warga masyarakat memberikan ucapan  selamat  Hari Anak Nasional 2022 melalui media sosial. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak bangsa Indonesia agar semakin maju dan semangat dalam mengejar masa depan.

Baca Juga: HAN 2021, Pesan Presiden Jokowi: Tetap Semangat Belajar Meski Tidak Di Sekolah

Berkaitan langsung dengan Hari Anak Nasional itu pula, 1.028 anak yang berada di Lembaga Pembinaan Anak Nasional (LPKA) seluruh Indonesia menerima remisi HAN 2022. Pemberian remisi tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masa depan anak.

Koordinator Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Rika Aprianti menyebutkan, 998 anak mendapatkan remisi Hari Anak Nasional (RAN) I atau pengurangan sebagian, sementara 30 anak menerima RAN II atau langsung bebas. Rika menegaskan, pemberian remisi tersebut sesuai dengan tema HAN yang diusung tahun ini yakni Anak Terlindungi, Indonesia Maju.

Dia menyebutkan, pemberian remisi ini juga merupakan salah satu upaya kami melindungi mereka sebagai masa depan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan proses integrasi anak dan mengurangi beban psikologi selama hidup di LPKA.

Untuk penerima RAN I, tercatat 746 anak menerima remisi satu bulan, 128 anak menerima remisi dua bulan, 114 anak menerima remisi tiga bulan, serta 10 anak menerima remisi empat bulan. Sedangkan dari yang langsung bebas, ada 25 anak menerima remisi satu bulan, dua anak menerima remisi dua bulan, dua anak menerima remisi tiga bulan, serta satu anak menerima remisi empat bulan.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB

Ini Cara Mempersiapkan Rencana Keuangan Untuk Masa Senja

Jumat, 30 September 2022 | 18:17 WIB
X