• Rabu, 28 September 2022

Kemnaker, Terus Matangkan Skema Pelindungan Program Jaminan Pensiun bagi Pekerja 

- Kamis, 21 Juli 2022 | 00:03 WIB
Menaker Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah.
 
 
SUARAKARYA.ID: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, terus mematangkan skema pelindungan program jaminan pensiun bagi pekerja
 
Bagi Kemnaker ini merupakan salah satu bentuk program jaminan sosial. Yang bertujuan untuk melindungi penghidupan dan kesejahteraan bagi pekerja ketika memasuki usia nonproduktif. 
 
Dalam rangka perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat di masa tua, terkait dengan program jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Pemerintah lewat Kemnaker, saat ini masih perlu melakukan harmonisasi.
 
 
Demikian Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam sambutannya pada acara "Diskusi Reformasi dan Harmonisasi Program Jaminan Pensiun", di Jakarta, Rabu (20/7/2022).
 
Pemberian pelindungan sebagai tindak lanjut dari asas gotong royong. Pada sistem jaminan sosial nasional, sebagaimana diamanahkan dalam UU Nomor 40 Tahun 2004. 
 
Menaker menjelaskan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, ada 13,65 juta peserta program jaminan pensiun dari total penduduk yang bekerja sebanyak 135,61 juta (data BPS Februari 2022). 
 
 
"Temuan angka menunjukkan  hanya sekitar 10 persen lebih pekerja yang memiliki program pensiun. Hal ini perlu menjadi perhatian dan fokus kita bersama," ujar Menaker
 
Untuk bisa dicarikan solusinya, guna dapat memberikan pelindungan dan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal negara. 
 
Pada kesempatan itu, dia mengajak peserta diskusi untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif, dalam menyumbangkan ide dan gagasan terbaiknya.
 
 
Guna melahirkan kebijakan inovatif dan skema-skema baru yang dapat mendorong kemajuan sistem jaminan pensiun di Indonesia. Dengan memperhatikan pandangan dan hasil survei yang telah dilakukan para pakar yang  hadir pada diskusi ini. 
 
Di bagian lain, Dirjen PHI dan Jamsos Indah Anggoro Putri, mengungkapkan, isu-isu yang diangkat dalam diskusi ini. Antara lain perlunya mempersiapkan hal-hal untuk menjawab tantangan sistem jaminan pensiun, dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di masa tua, serta memanfaatkan bonus demografi. 
 
Guna membentuk skema program jaminan pensiun yang mencakup seluruh penduduk (universal coverage) dengan manfaat yang optimal. 
 
 
Sementata, Manajer Program Pelindungan Sosial, ILO Jakarta, Ippei Tsuruga mengatakan, seiring perjalanannya saat ini, skema pelindungan program jaminan pensiun di Indonesia masih terkendala skema yang tumpang tindih. Untuk itu, menurutnya, dalam forum ini, segera mungkin untuk dapat dibuatkannya reformasi skema pelindungan jaminan pensiun yang lebih efektif. 
 
Dikemukakannya, skema ini sangat diperlukan karena merupakan investasi jangka panjang bagi para pekerja di Indonesia. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menaker Tinjau Penerima BSU di Sejumlah Tempat 

Rabu, 28 September 2022 | 06:33 WIB

Penerima BSU, Menaker Tinjau Langsung di Tiga Wilayah

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB
X