• Rabu, 7 Desember 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin Launching Tiga Buku Berisi Hati Nuraninya

- Minggu, 17 Juli 2022 | 00:18 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Jaksa Agung ST Burhanuddin.

SUARAKARYA.ID: Jaksa Agung ST Burhanuddin melaunching tiga buku masing-masing Mengubah Paradigma Keadilan Langkah Restorative Justice Kejaksaan, Keadilan Restoratif Dalam Bingkai Hati Nurani, dan Dalam Pemberitaan (Tajam Ke Atas, Humanis Ke Bawah).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyebutkan, Puspenkum Kejaksaan Agung berkontribusi dalam menghadirkan tiga sumber literasi, serta berharap hal ini menjadi sebuah tonggak kebangkitan bersama dan diharapkan memberikan warna serta motivasi bagi seluruh pihak untuk berkarya lebih baik lagi.

Jaksa Agung menyebutkan keberhasilan dan prestasi Kejaksaan RI tidak lepas dari kekompakan banyak pihak. Sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat berkat hasil kinerja tim.

“Saya hanya mengkoordinasikan dan berharap survei-survei berikutnya kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Hal terpenting bagi saya dalam kegiatan launching buku adalah men-trigger teman-teman semua kala waktu sempit dan padat dalam pekerjaan, kita masih berusaha merilis buku. Saya harap hasil pelaksanaan kerja, rencana kerja ke depan, dan semua hal yang kita kehendaki untuk keberhasilan Kejaksaan dapat ditulis dalam buku,” ujar Jaksa Agung,” Jum'at (15/7/2022).

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-temannya bahwa selama menjabat seluruh pihak semakin solid, kompak dan saling mengingatkan. “Saya jauh dari sempurna, tetapi dengan kekompakan dan solidaritas kita bisa bekerjasama dengan baik,” katanya.

Burhanuddin menyebutkan buku Mengubah Paradigma Keadilan Langkah Restorative Justice Kejaksaan, dapat dipertanggung jawabkan saat dikukuhkan gelar Profesor. Buku kedua  Keadilan Restoratif Dalam Bingkai Hati Nurani, mengambil tema besar restorative justice karena masyarakat melihat bahwa restorative justice yang dilakukan oleh Kejaksaan merupakan yang sangat diterima masyarakat karena pola yang digunakan dan memiliki dasar untuk melakukan restorative justice.

“Kita ingin membumikan lagi bahwa restorative justice yang tepat adalah yang dilakukan oleh Kejaksaan. UNODC memberikan penghargaan bahwa restorative justice paling tepat adalah yang dilakukan oleh Kejaksaan dan akan dijadikan contoh kepada negara-negara yang tergabung dalam UNODC,” tuturnya bangga.

Baca Juga: Masyarakat Menunggu Solusi Dari Rumah RJ Kejaksaan Agung 

Dinobatkan Sebagai Jaksa Agung Terbaik, Pengamat Minta ST Burhanuddin Terus Bekerja Keras

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Natal Harga Bahan Pangan di Jakarta Terkendali

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:59 WIB

Akhir Tahun, UNS Solo Tambah Empat Guru Besar Baru

Selasa, 6 Desember 2022 | 07:07 WIB
X