• Senin, 26 September 2022

Masyarakat Diingatkan Waspadai Kembali Ancaman Covid 19 Yang Kian Ganas

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 12:22 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)


SUARAKARYA.ID: Masyarakat diingatkan kembali bahwa pandemi covid 19 belum berakhir. Bahkan virus ini makin menyebar ke seluruh dunia. Sejumlah negara termasuk Indonesia kini kembali diterpa lonjakan kasus Covid 19.

Masyarakat Indonesia perlu ketahui bahwa imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 makin membahayakan. Itu terdeteksi dari sejumlah penderita yang mearasakan berbagai  gejala penyakit ini.

Masyarakat harus mengerti. Informasi yang dilaporkan aplikasi studi COVID ZOE. Bahwa sakit kepala menjadi gejala yang paling banyak dilaporkan. Mengingat, aplikasi di Inggris ini digunakan oleh para relawan yang melaporkan kondisi kesehatan dan gejala Covid 19.

Baca Juga: Mantan Perdana Menteri Jepang Dibunuh

Serta hasil tes Covid 19 positif atau negatif dalam beberapa waktu sejak terinfeksi.

Data yang diberikan kemudian dianalisis oleh peneliti di King's College London yang melacak infeksi di seluruh Inggris.

Kemudian peneliti mengidentifikasi kelompok warga yang paling berisiko. Dan wilayah yang paling memiliki tinggi risiko imbas infeksi virus.

Melalui studi tersebut ditemukan, lebih dari dua per tiga pasien Covid 19 mengalami sakit kepala sebelum menjalani tes dan beroleh hasil positif Covid 19.

Beberapa pasien menderita sakit kepala lebih dulu sebelum mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga: Masyarakat Morowali Datangani Bupati Protes Penambangam Nikel  Liar Di Daerah Ini

Risiko Reinfeksi

Lebih lanjut, studi ini mengungkap potensi seseorang terpapar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 setelah pernah terinfeksi Omicron BA.1 atau BA.2.

Namun umumnya, kasus reinfeksi tersebut tidak terjadi dalam waktu kurang dari tiga bulan pasca infeksi pertama.

Pasti ada banyak orang yang terkena Covid di awal tahun yang mendapatkannya lagi.

"Termasuk beberapa dengan BA.4 atau BA.5 yang sebelumnya pernah terinfeksi BA.1 atau BA.2 (dalam waktu) hanya empat bulan yang lalu. Siapa yang mengira mereka akan dilindungi," ujar pemimpin aplikasi ZOE Health Study Prof Tim Spector, dikutip dari Mirror News UK, Senin (4/7/2022). ***

Sumber: Istimewa

Baca Juga: Masyarakat Papua Barat Banyak Belum Paham Pentingnya Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

Baca Juga: Penyanyi Legendaris Asal Maluku Bob Tutupoli Tutup Usia

Baca Juga: Pernikahan Beda Agama Dilarang Di Indonesia

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebulan Penuh Ada Pesta Diskon di Solo Great Sale Lho!

Minggu, 25 September 2022 | 19:05 WIB

Peduli Member Dan Bukan Penipu, Ini Fakta PT SMI

Minggu, 25 September 2022 | 11:12 WIB

Sandiaga Uno Kagumi Kualitas Kopi Cianjur Jawa Barat

Minggu, 25 September 2022 | 11:12 WIB
X