• Senin, 26 September 2022

Tenaga Kerja, Kemnaker Lepas 250 PMI Sektor Perkebunan Ke United Kingdom

- Minggu, 3 Juli 2022 | 22:50 WIB
Dirjen Binapenta & PKK Suhartono (baju putih) didampingi Stafsus Dita Indah Sari dan Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah,
Dirjen Binapenta & PKK Suhartono (baju putih) didampingi Stafsus Dita Indah Sari dan Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah,
 
 
SUARAKARYA.ID: Permintaan tenaga kerja sektor perkebunan ke United Kingdom (Uk) cukup tinggi, menyusul diberangkatkannya 2000 pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara tersebut. 
 
Untuk itu, guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor perkebunan di UK, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melepas 2000 PMI sektor formal Agriculture Workers (Pekerja Pertanian Musiman), melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT. Alzubara Manpower Indonesia.
 
Pelepasan perdana, sebanyak 250 tenaga kerja, dari 500 orang secara simbolis dilakukan Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Suhartono, yang didampingi Stafsus Dita Indah Sari dan Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah, di ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Minggu (3/7/2022).
 
 
Suhartono mengatakan setelah pandemi Covid-19, dan penutupan penempatan PMI, pihaknya merasa bangga melepas 250 PMI sektor perkebunan ke Negara UK. Formasi sektor perkebunan di Negara UK di antaranya yakni Clock House Ltd 
(Firmin, Kenth word, Cox Health, Salman), MansField, Alan Hill Scotland, Dearnsdale, J Myath, G.H Dean, serta Oakdane.
 
Seluruh PMI yang akan diberangkatkan ini, lanjutnya, telah menjalani proses yang dipersyaratkan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI) Nomor 18 Tahun 2017 beserta turunannya.
 
"Permintaan tenaga kerja yang cukup tinggi di sektor perkebunan di UK, menunjukkan kesempatan kerja bagi para pencari kerja luar negeri begitu besar dan kesempatan ini turut menyerap supply angkatan kerja Indonesia," tuturnya. 
 
 
Karenanya, dia minta P3MI tak hanya sekedar mencari peluang kerja, tetapi juga harus menempatkan PMI yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi, serta memiliki etos kerja baik. Sehingga, akan meminimalisasi permasalahan di masa mendatang.
 
Suhartono menegaskan kesempatan bekerja ke UK, ini bukan hanya untuk memperoleh penghasilan saja, dan menjadi peluang untuk memicu peningkatan daya saing PMI. "Para PMI juga dapat memanfaatkan untuk memperoleh keterampilan, pengetahuan dan membentuk karakter," ungkapnya. 
 
Di bagian lain, Ayub Basalamah mengungkapkan mayoritas 250 PMI, akan ditempatkan di Skotlandia dan Inggris. Dia berpesan agar 250 PMI bekerja dengan penuh rasa syukur. 
 
Sehingga, dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar, santun, taat aturan dan bangsa yang unggul SDM-nya. 
 
 
Seorang PMI, Pingkan Lidya Christien (44) merasa senang impiannya bekerja di Eropa dapat terwujud. Dia berharap jerih payahnya di luar negeri (Skotlandia) selama 2 tahun (setiap 6 bulan pulang ke Indonesia) akan bermanfaat bagi anak-anak keluarga maupun orang tua.
 
"Saya harap dapat bekerja dengan baik dan hasil terbaik. Uang gaji bersih sekitar Rp20-25 juta, nantinya akan saya tabung untuk kebutuhan pendidikan anak-anak di masa mendatang," kata Pingkan yang meninggalkan seorang suami dan 4 anak di Jakarta.***
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerima BSU, Menaker Tinjau Langsung di Tiga Wilayah

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB

Petani Organik adalah Pahlawan Kemanusiaan

Selasa, 20 September 2022 | 15:57 WIB

Kemnaker -  PMI Perkuat K3 di Tempat Kerja

Minggu, 18 September 2022 | 19:58 WIB
X