• Rabu, 10 Agustus 2022

2 Kali Gagal, Menparekraf Dukung Pengajuan Kembali Solo Masuk Creative Cities Network

- Minggu, 3 Juli 2022 | 00:11 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengenakan kostum Solo Batik Carnival (Endang Kusumastuti)
Menparekraf Sandiaga Uno dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengenakan kostum Solo Batik Carnival (Endang Kusumastuti)

SUARAKARYA.ID: Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dukung pengajuan kembali Solo ke UNESCO dalam Creative Cities Network atau jaringan kota kreatif. Setelah 2 kali gagal masuk.

Menparekraf juga langsung  menginstruksikan deputi Kemenparekraf untuk mengawal proses pengajuan kembali ke UNESCO. Kota Solo akan diajukan kembali tahun depan sebagai kota sub sektor seni pertunjukan dalam Creative Cities Network.

"Tadi saya langsung juga memberikan instruksi kepada Pak Vinsen (Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Vinsensius Jemadu) dan Pak Haryanto (Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif) untuk mengawal agar proses ini bisa langsung membuahkan hasil positif tahun depan," jelasnya seusai menghadiri workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (Ka Ta) Kreatif di The Purwohamijayan, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga: Dari Abu Dhabi, Presiden Dan Ibu Iriana Takziah Ke Kediaman Almarhum Tjahjo Kumolo

Tahun ini hanya ada 2 daerah yang diajukan yakni Kota Bitung dan Ponorogo. Untuk Kota Bitung akan diajukan untuk sektor kulimer, karena terkenal dengan ikan tuna nya.

"Keuntungan masuk ke Creative Cities Network banyak, seperti Ambon sudah menjadi bagian dari cities of music dan beberapa kota dunia lainnya. Otomatis jadi ekosistem yang dipantau langsung oleh UNESCO ," jelasnya lagi.

Agar para pelaku melestarikan seni pertunjukan dan budaya. Untuk melengkapi data dan kembali mengajukan ke UNESCO, Sandiaga mengatakan prosesnya melalui bottom up atau dari bawah. 

Baca Juga: Bantu Warga Akses Internet Murah, Warga Klaten Pasang Internet Koin

"Seperti diskusi melalui forum Ka Ta Kreatif ini. Dari diskusi ini akan menciptakan beberapa inovasi dan informasi melengkapi. Kuncinya untuk melengkapi kita ke UNESCO tahun depan," paparnya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Omzet Pasar Krearif Bandung Tembus Rp6,5 Miliar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 23:51 WIB

Yudi Cahyadi Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:24 WIB

Pesan Ganjar Pranowo Untuk Mahasiswa Baru UGM

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:06 WIB

Resep Kasuami Makanan  Orang Sulawesi Tenggara

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:57 WIB

Pemkot Bandung Kembali Tertibkan Kabel Udara

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:33 WIB
X