• Selasa, 9 Agustus 2022

Isi BBM Gunakan Android, Aktifis Ini Sebut Pertamina Mesti Peduli Masyarakat Kecil

- Minggu, 3 Juli 2022 | 10:18 WIB
M Rico Sinaga
M Rico Sinaga

 


SUARAKARYA.ID: Jika benar mengisi BBM pertalite dan solar harus pakai MyPertamina (sejak 1 Juli 2022), berarti bertahun-tahun ini PT Pertamina (Persero) telah melakukan kampanye yang kurang mendidik  masyarakat.

Sebab, selama ini Pertamina melarang masyarakat menyalakan dan atau menggunakan HP saat berada di lingkungan  SPBU.

"Jika sekarang ada imbauan dari Pertamina yang mengharusnya masyarakat mengisi BBM menggunakan Android. Berarti Pertamina  selama ini telah melakukan kampanye kurang mendidik kepada publik," kata Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga kepada Suarakarya.Id, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga: Erick Thohir: Presiden Jokowi - Pengusaha UEA Bicara Empat Point Krusial Investasi

Fakta di lapangan, bahwa sering sekali terjadi insiden kebakaran mobil maupun motor yang sedang mengisi BBM.

Sehingga masyarakat patuh terhadap larangan itu. "Di setiap SPBU juga ditempel larangan menyalakan HP pada saat mengisi BBM," ujar Rico Sinaga, aktifis senior ini.

Rico juga mengkritik keras kebijakan baru Pertamina, perusahaan yang memonopili BBM di seluruh Indonesia ini. Rico menyebut  bahwa sebelum mengeluarkan kebijakan hendaknya diperhitungkan  secara matang.

Hal itu agar masyarakat tidak menjadi korban. "Kalau isi BBM harus menggunakan HP  Android. Bagaimana dengan masyarakat yang belum punya HP Android. Berarti Pertamina mengorbankan masyarakat kecil yang tidak punya Android. Seharusnya perusahaan ini lebih peduli kepada masyarakat kecil," ucap Rico.

Di Ancol itu  kata Rico ada SPBU yang mengisi BBM itu nelayan kecil. Nah, mereka tidak punya Android. "Kan kasihan mereka tidak bisa membeli BBM," ucapnya.

Seharusnya PT Pertamina memikirkan dampaknya dari kebijakan yang mereka keluarkan.

"Kecuali PT Pertamina mau membagikan HP Android kepada masyarakat, baru mengeluarkan  kebijakan itu. Jangan lah kebijakan Pertamina  menyusahkan masyarakat kecil," tutur Rico. Jangan sampai  ada masalah seperti penerapan aplikasi Peduli Lindungi yang hanya bisa di akses menggunakan HP Android, sehingga menjadi masalah masyarakat berbulan-bulan.

Seperti diketahui, uij coba kebijakan baru itu sudah berlaku di 11 kota.
Pengendara yang mengisi BBM pun harus menyiapkan smartphone-nya. Namun timbul kekhawatiran dari konsumen. Bukankah selama ini Pertamina melarang penggunaan ponsel di area SPBU? Katanya, membuka ponsel di SPBU bisa memicu ledakan.

Setidaknya itulah yang dipahami orang-orang pada umumnya. Toh, tanda larangan pakai ponsel masih banyak tersebar di berbagai SPBU di penjuru Nusantara.

Surat kabar Guardian pernah menulis kasus SPBU terbakar yang diduga terjadi gara-gara pemakaian ponsel pada 2005. Api membakar sepeda motor yang sedang diisi tangkinya, sesaat setelah pengendara mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Atas kejadian itu muncul kecurigaan adanya bahaya memakai ponsel di SPBU. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada satu pun kasus kebakaran SPBU di Indonesia yang disebabkan oleh ponsel.

Kekhawatiran itu muncul kembali saat pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Solar dan Pertalite. Pemerintah berupaya membatasi pembelian BBM bersubsidi di tengah krisis minyak bumi dunia. Pembatasan dilakukan agar subsidi tepat ke sasaran.

Hingga kini masih banyak SPBU yang belum mencabut larangan penggunaan ponsel itu. 

Peneliti utama Electromagnetic Design Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  Harry Arjadi pernah mengulasnya pada 2016 silam.

"Larangan mengaktifkan ponsel saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU bukan karena bisa meledak seperti yang dipikirkan," kata Harry, dikutip dari situs LIPI.

Baca Juga: Menteri Pertahanan Prabowo Tekankan Ada Lima Syarat Ketahanan Negara Khususnya Dalam Pertahanan Dan Ekonomi

HP memang memancarkan radiasi elektronik. Namun, kemungkinan terjadinya ledakan akibat membuka HP di SPBU sangat kecil. Sebab, radiasinya sudah terurai dengan komponen di udara.***

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digelar Lomba Kicau Burung Pra Piala Gubernur DKI

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:53 WIB

Diluncurkan Rumah Sehat Untuk Masyarakat Jakarta

Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:14 WIB
X