• Rabu, 10 Agustus 2022

Industri Perbankan, Diingatkan Menaker Agar Siap Menghadapi Digitalisasi

- Kamis, 30 Juni 2022 | 07:03 WIB
Menaker Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah.
 
 
SUARAKARYA.ID: Industri perbankan diingatkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, agarbersiap untuk menghadapi digitalisasi.  
 
Selain industri perbankan, saat ini revolusi industri 4.0 atau era digitalisasi telah merambah ke berbagai bidang industri
 
Karenanya, industri perbankan agar menyiapkan diri menghadapi era digitalisasi tersebut. Sehingga, dapat menjaga kualitas layanan kepada nasabah, serta mewujudkan iklim ketenagakerjaan yang kondusif. 
 
"Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Agar tetap selaras mengikuti perkembangan dan mampu meningkatkan SDM, untuk industri masa depan," tutur Menaker, usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2022 -  2024, antara Manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk dan Serikat Pekerja BNI, di Jakarta, Rabu (29/6/2022).
 
 
Dikemukakannya, digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan bagi dunia usaha termasuk industri perbankan. Karena, digitalisasi yang diterapkan secara 
berkelanjutan di industri perbankan, dapat menjaga semangat peningkatan layanan bagi para nasabahnya. 
 
Peningkatan layanan itu, selain didorong melalui pengelolaan Manajemen Perusahaan yang baik, juga harus didorong oleh hubungan kemitraan yang baik di perusahaan, antara pengusaha dan para pekerja/ buruh
 
Di mana, kemitraan yang baik dilakukan dengan membuka ruang yang seluas-luasnya, terhadap keterlibatan dan kontribusi pekerja/ buruh (Employee Engagment), melalui sarana-sarana hubungan industrial seperti Perjanjian Kerja Bersama (PKB), serta LKS Bipartit. 
 
 
"Sarana-sarana hubungan industrial itu didasarkan pada persamaan kepentingan semua unsur. Demi keberhasilan dan kelangsungan perusahaan serta kesejahteraan bersama," terangnya. 
 
Pada kesempatan itu, Menaker  juga menyampaikan apresiasi kepada tim perunding PKB di PT BNI (Persero) Tbk. Yang telah menyelesaikan perundingan secara kondusif dan lancar. 
 
Dia berpesan, bila di kemudian hari terdapat perbedaan pendapat atau perbedaan penafsiran, terkait pelaksanaan PKB. Maka, upayakan untuk menghindari deadlock dan dispute. Karena, akan menghabiskan energi dan juga menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak. 
 
 
"Hendaknya mengutamakan penyelesaian dengan cara kekeluargaan dan mengutamakan win-win solution, dibanding kepentingan kelompok semata. Hal ini, untuk menciptakan dan membangun suasana hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja/buruh di perusahaan," ungkapnya. 
 
PKB antara Manajemen PT BNI dan SP BNI Periode 2022 -  2024 ditandatangani  Direktur Utama PT BNI Royke Tumilaar dan Ketua Umum SP BNI Irfan Ferdiansyah. Turut hadir Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri dan Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Dinar Titus Jogaswitani. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

Jaya Suprana Terpana Rekor Silatnas PPAD

Minggu, 7 Agustus 2022 | 13:58 WIB

Irjen Pol Syahardiatono Jadi Kadiv Propam Polri

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:08 WIB
X