• Selasa, 16 Agustus 2022

150 Perawat, Menaker Lepas Tenaga Profesional Kesehatan Ke Arab Saudi

- Rabu, 29 Juni 2022 | 18:04 WIB
Para perawat siap diberangkatkan ke Arab Saudi.
Para perawat siap diberangkatkan ke Arab Saudi.
 
 
SUARAKARYA.ID: 150 perawat yang merupakan tenaga profesional kesehatan Indonesia, diberangkatkan ke Kerajaan Arab Saudi, di Aula Universitas Binawan, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022). 
 
Ke-150 perawat atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional di bidang kesehatan itu bertolak ke Arab Saudi, memenuhi permintaan Pemerintah Arab Saudi. Untuk ditempatkan dan bekerja pada klaster-klaster kesehatan di Arab Saudi.
 
"Kalian semua duta bangsa. Bekerja-lah dengan penuh rasa syukur. Sehingga, saudara sekalian dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang santun, bangsa yang taat aturan, dan bangsa yang unggul sumberdaya manusianya. Jagalah marwah diri dan jaga kehormatan Bangsa Indonesia," pesan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. 
 
 
Dia juga memberikan apresiasi kepada Binawan Group sebagai entitas swasta, yang mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi. Untuk menyediakan dan menempatkan tenaga profesional kesehatan, guna bekerja di fasilitas-fasilitas kesehatan atau klaster kesehatan milik Pemerintah Arab Saudi
 
"Saya selaku perwakilan Pemerintah Republik Indonesia mengapresiasi kerja sama saling menguntungkan, yang telah dijalin  Binawan Group dengan pihak Kerajaan Arab Saudi," ujar Menaker. 
 
Dikemukakannya, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki suplai tenaga kerja, untuk ditempatkan ke negara-negara tujuan penempatan. Tidak hanya menyediakan suplai pekerja low-skilled, tetapi juga pekerja middle-skilled dan high-skilled, di sektor hospitality, kelautan, manufaktur, kesehatan, dan sebagainya. 
 
 
"Pada sektor kesehatan sendiri, jumlah lulusan perawat dari perguruan tinggi kesehatan atau keperawatan mencapai 70.000-an per tahun. Sementara dari jumlah itu, lebih dari separuhnya  belum dapat diserap pasar kerja di dalam negeri," terangnya. 
 
Menaker menyatakan, keberadaan 150 PMI profesional di bidang kesehatan ini harus diglorifikasikan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Dia berharap pelepasan PMI ini dapat membuka cakrawala masyarakat tentang besarnya peluang kerja di luar negeri. 
 
Sehingga, mereka terpacu untuk membekali diri dengan kemampuan dan keahlian khusus sejak di bangku sekolah. 
 
 
"Yang dilepas ini, tenaga kerja profesional, para PMI yang handal, unggul, profesional, kompeten, serta layak bersaing secara global. Kita akan menjadi negara yang dikenal sebagai pengirim PMI profesional dan kompeten," katanya. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X