• Sabtu, 20 Agustus 2022

Program Pemagangan Ke Jepang, Kemnaker Terus Berupaya Tingkatkan Jumlahnya

- Selasa, 28 Juni 2022 | 00:19 WIB
Dirjen Binalavotas Kemnaker Budi Hartawan (tengah).
Dirjen Binalavotas Kemnaker Budi Hartawan (tengah).
 
 
SUARAKARYA.ID: Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya meningkatkan jumlah peserta program pemagangan ke Jepang.  Pemenuhan peserta pemagangan itu diimbangi kompetensi, keterampilan kerja agar sesuai kebutuhan industri di Negeri Sakura tersebut. 
 
Dirjen Binalavotas Kemnaker, Budi Hartawan menegaskan hal itu, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IX DPR dan melakukan dialog dengan dengan AP2LN (Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri) di Tokyo, Jepang, Senin (27/6/2022). 
 
"Peluang magang di Jepang ini, menjadi momentum baik bagi Kemnaker. Untuk terus mendorong berbagai upaya peningkatan kompetensi SDM Indonesia," tutur Dirjen Binalavotas Kemnaker, Budi Hartawan, seperti dilansir dari Siaran Pers Biro Humas Kemnaker. 
 
 
Dia menjelaslan, program  pemagangan merupakan bagian dari pelatihan kerja. Untuk itu, pemagangan ke luar negeri seperti ke Jepang harus diniati sebagai belajar dan berlatih. Peserta pemagangan harus menguasai sisi keilmuan maupun etos kerja dan produktivitasnya.
 
"Sesungguhnya pelatihan kerja dengan pola pemagangan luar negeri, dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kemampuan SDM kita mendekati standar kompetensi industri multinasional. Agar nantinya mampu bersaing di pasar kerja global," jelas Budi.
 
Dikemukakannya, setelah selesai mengikuti program magang dan kembali ke negara masing-masing, tenaga kerja magang dapat mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajarinya.
 
 
Budi menyebutkan, sejak tahun 1993 hingga saat ini, Pemerintah Indonesia telah memberangkatkan peserta pemagangan ke Jepang sedikitnya 94.348 orang. "Saat ini sekitar 13.699 orang masih mengikuti pemagangan di Jepang," ucapnya. 
 
Di bagian lain, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan, kunker ke Jepang mengikutsertakan Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan. Karena, merupakan lembaga yang berkewajiban menciptakan lapangan kerja dan perlindungan bagi pekerja. 
 
Charles menambahkan, angkatan kerja produktif yang meningkat, harus disertai dengan keahlian dan keterampilan. Dalam memenuhi kebutuhan kerja di zaman milenial saat ini. 
 
 
"Dan Jepang, sebagai negara yang terkenal dengan etos kerja dan teknologi terbaik, dapat dijadikan mitra untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia," kata Charles. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X