• Sabtu, 20 Agustus 2022

Batal Menutup Jalan, Ipung Duga Ada Skenario 'Jebakan Batman'

- Minggu, 26 Juni 2022 | 18:40 WIB
Siti Sapura alias Ipung merasa ada yang aneh dalam proses kali ini. (Ist)
Siti Sapura alias Ipung merasa ada yang aneh dalam proses kali ini. (Ist)

SUARAKARYA.ID: Siti Sapura alias Ipung ahli waris dari alm Daeng Abdul Kadir rencana kembali menutup Jalan Tukad Punggawa yang diduga dibangun diatas lahan miliknya di Kampung Bugis, Serangan, Kamis (23/6/2022) batal dilaksanakan.

Puluhan anggota polisi termasuk Kapolsek Denpasar Selatan dan anggota Satpol PP serta beberapa anggota TNI sudah berada di lokasi sejak pukul 07:00 Wita.

Tapi, seperti kena 'prank', hingga pukul 11.00 WITA Ipung belum juga muncul. Akhirnya beberapa warga termasuk Camat Denpasar Selatan, Lurah Serangan dan Jro Bendasa Adat Serangan meninggalkan lokasi dan diikuti oleh beberapa anggota polisi yang sebelumnya berjaga di sekitar lokasi.

Ipung yang ditemui di kantornya mengatakan terpaksa membatalkan penutupan jalan karena ada skenario untuk dibenturkan, terutama para pekerja dengan warga di Serangan.

”Kenapa saya bilang ada skenario, karena tidak ada jaminan keselamatan tukang yang saya sewa untuk mengecor jalan. Yang dijamin keselamatannya cuma saya saja,” jelas Ipung.

Ipung merasa ada yang aneh dalam proses kali ini. Dimana sebelum rencana penutupan, Ipung sudah mengirim surat ke Kapolresta Denpasar, untuk memohon perlindungan keamanan. Tapi saat bersamaan, Lurah Serangan juga mengajukan surat yang isinya sama.

“Ini kan aneh ya, buat apa coba Lurah minta perlindungan keamanan, memang sudah tahu atau sudah pasti mau ada bentrok, jadi ini lucu dan saya anggap semua ada yang sengaja mendesain atau diskenariokan akan menjadi bentrok kalau saya jadi tutup jalan,” aku Ipung.

Ipung juga menyesalkan, dan tak habis pikir apa yang sudah dilakukan oleh aparat Kepolisian. Ipung mengatakan bahwa, sehari sebelum rencana penutupan jalan, ada petinggi kepolisian yang menghubunginya dan meminta agar tidak melakukan penutupan jalan dengan alasan nanti di tanggal 24 Juni 2022 pihak Pemkot Denpasar akan memanggil dan memediasi.

“Jadi petinggi kepolisian ini katanya dimintai tolong Walikota untuk menelpon saya dan meminta jangan menutup jalan dengan alasan tanggal 24 Juni akan diajak bicara atau mediasi oleh Pemkot Denpasar,” jelas Ipung yang juga aktivis anak dan perempuan ini.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Bank bjb Raih Penghargaan Kementan RI

Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:28 WIB

Koperasi Kohippci Bantu Pedagang Pasar Cikapundung

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:48 WIB

Agus Andi: Potensi UMKM Butuh Dibantu Pentahelix

Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:41 WIB

Tedy Rusmawan Dukung Kompetisi Olahraga Kewilayahan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:24 WIB
X