• Senin, 15 Agustus 2022

Ketum Bapera Minta Izin Hollywings Dicabut, Buntut Kontroversi Promosi

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:54 WIB
Ketum Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq.
Ketum Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq.


SUARAKARYA.ID: 
 Kontroversi promosi yang dilakukan oleh manajemen Holywings dengan penyebutan tokoh agama menuai polemik di tengah masyarakat. Salah satunya dikemukakan Ketua Umum Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Fahd El Fouz A Rafiq yang meminta penutupan club Holywings di seluruh Indonesia.

"Saya meminta izin club holywings diseluruh indonesia di cabut. Penting di lakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi ataupun kab/kota didaerah daerah demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat," ucapnya, Sabtu (25/6/2022).

Fahd juga memerintahkan seluruh DPD Bapera tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk meminta kepada pemerintah daerah masing masing baik gubernur ataupun walikota/bupati untuk mencabut izin Holywing club yang dinilai telah melecehkan agama.

"Apa yang dilakukan club holywings atas promo yang bernuansa penistaan agama sungguh sangat menyakiti hati umat beragama di Indonesia khususnya umat Islam dan umat Kristen. Ini tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja," kata mantan ketua umum DPP KNPI itu.

Fahd juga meminta polisi tidak hanya menangkap dan menahan staf staf Holywings tapi harus memproses dalang siapa di balik ide promo atas nama Muhammad dan Maria tersebut.

"Periksa juga pemiliknya, saya yakin mereka sudah pasti di laporkan staf dulu sebelum lounching promo tersebut. Jangan hanya terkesan mengorban yang kecil kecil aja, polisi harus berani tangkap juga pausnya," ujar Fadh menambahkan.

Perlu diketahui, sebelumnya Holywings membuat ramai warganet di sosial media atas penyebaran poster promosi minuman gratis untuk pengunjung bernama 'Muhammad' dan 'Maria'. Penyebutan Dua tokoh agama tersebut dinilai telah melukai hati masyarakat serta agama.

Poster tersebut jadi ramai karena melibatkan simbol agama yang mengarah ke penistaan, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susanto menyampaikan pihaknya telah mengantongi sejumlah alat bukti terkait kasus penistaan agama dan ujaran kebencian atas promosi yang dilakukan oleh pegawai Holywings.

“Kejadian Kamis (23/6/2022) di-upload dan kami dapatkan beberapa alat bukti (yakni) keterangan saksi, keterangan ahli, dan kemudian juga kita dapatkan alat bukti dokumen,” ujar Budhi dalam jumpa pers di Kebayaron Lama, Jakarta Selatan.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna Raih Gelar Doktor

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:56 WIB
X